Al-Qur’an Dalam Agenda Kita

0
71

Adakah rasa rindu dalam jiwamu untuk membaca ayat-ayat dari kitabullah?

Apakah engkau telah memiliki waktu khusus yang engkau peruntukkan untuk kitab yang agung ini dalam hari-harimu?

Kapankah terakhir engkau mengkhatamkan al-Qur’an?

Seberapa besar al-Qur’an ini mewarnai dirimu?

Banyak pertanyaan yang dari jawabannya kita dapat menilai seberapa besar kadar kekuatan ikatan antara kita dengan Kalamullah, dan dengannya pula menjadi tersingkap bagi kita seberapa besar kadar keimanan yang kita miliki.

Hubungan diri dengan dengan Kitabullah akan menghidupkan hati, menumbuhkan keimanan, mengikat jiwa dengan Allah, menenangkan jiwa, menambahkan kelembutan, menyenangkan pandangan, menjaga hati dari berbagai perbuatan dosa, menyibukkan fikiran dengan sesuatu yang bermanfaat baginya di dunia dan akhirat, serta memeliharanya dari fikiran-fikiran dan khayalan-khayalan yang merusak.

Walaupun kita memiliki berbagai kesibukan, beragam aktivitas yang padat, dan kewajiban-kewajiban yang menumpuk dalam catatan harian kita, hal itu tidaklah bisa dijadikan sebagai alasan pembenaran bagi kita untuk terlewat dari membaca Kalamullah, berinteraksi dengan ayat-ayatnya yang penuh hikmah, serta dari nasihat-nasihatnya yang memiliki kesan mendalam.

Kerugian macam apa ini?

Kekeliruan apa yang kita jatuh ke dalamnya, jika sampai kita tersibukkan dari kitabullah oleh sesuatu hal yang nilainya lebih rendah dari itu, namun kita menyangka bahwa tersibukkannya kita dari al-Qur’an disebabkan karena kita tidak punya cukup waktu?

Padahal kita mengetahui betapa besarnya ganjaran bagi orang yang membaca ayat-ayat al-Qur’an.

Setiap kita telah mengetahui bahwa ganjaran untuk satu huruf yang kita baca adalah satu kebaikan, dan setiap kebaikan akan dilipatgandakan dengan sepuluh kali lipatnya! Adalah suatu musibah apabila kekeliruan ini baru tampak oleh kita ketika kita berada di hari al-taghabun ‘hari ditampakkannya kekeliruan-kekeliruan’. Hari dimana kebaikan-kebaikan dan keburukan-keburukan ditimbang di atas neraca keadilan. Hari dimana amalan-amalan ringat seberat dzarrah pun menjadi jelas. Allah berfirman:

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ

“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) seberat biji sawi pun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan” (QS al-Anbiya [21]:47)

Pada hari itulah seorang hamba akan berkata:

يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

“Celakalah aku, seandainya saja aku dahulu mengerjakan (amal shalih) untuk hidupku ini” (QS al-Fajr [89]:24)

Tidakkah kita merasa malu kepada Allah jika kita adalah seorang da’i yang menyeru manusia kepada Allah, penuntut ilmu, imam, atau seseorang yang berkomitmen untuk menjalankan ajaran agama, namun berlalu satu pekan sementara kita tidak sedikit pun membuka mushaf dan membaca satu juz pun darinya. Dan tidaklah pernah lagi menamatkan bacaan al-Qur’annya kecuali di bulan Ramadhan yang lalu.

Oleh karena itu wahai saudaraku, jadikanlah aktivitas membaca al-Qur’an sebagai wirid rutin harian yang senantiasa Anda amalkan walaupun Anda memiliki kesibukan-kesibukan lain.

Dan buatlah jadwal untuk mengkhatamkan al-Qur’an. Sungguh para sahabat radhiyallahu ‘anhum dahulu biasa menamatkan bacaan al-Qur’an sekali dalam satu pekan.

Tentukanlah kadar target tilawahmu sesuai dengan kesanggupanmu. Dan jadikanlah kadar satu juz setiap hari sebagai kadar awal yang dengannya kamu akan mengkhatamkan membaca al-Qur’an satu kali dalam setiap bulannya.

Berikut ini beberapa wasiat yang dengan izin Allah akan membantumu dalam melakukan hal tersebut:

  1. Belilah sebuah mushaf kecil (mushaf saku). Jadikan mushaf tersebut senantiasa mendampingimu, baik ketika engkau sedang tinggal di tempatmu maupun sedang berpergian, niscaya hal itu dapat lebih menguatkan ikatan kita dengan Kalau saja perhatian kita untuk menjadikan mushaf sebagai teman setia yang senantiasa hadir bersama-sama kita di manapun kita berada sebesar perhatian kita terhadap handphone yang senantiasa kita bawa ke mana-mana, maka niscaya keadaan kita pun akan berubah.
  2. Tentukan kadar target tilawah harian, misalnya satu atau dua juz setiap harinya.
  3. Carilah teman yang shalih yang dapat membantumu dalam mengamalkan wirid harianmu ini, yang dengannya kamu saling berlomba-lomba dalam hal ini.
  4. Tentukan juga waktu khusus dari setiap harimu yang akan kamu gunakan untuk menunaikan wirid harianmu ini. Dan pilihlah untuk waktu khusus tersebut di antara waktu-waktu siangmu, sehingga kalaulah misalnya disebabkan adanya urusan insidentil di waktu tersebut yang menjadikan engkau terlewat membacanya di waktu tersebut, engkau masih memlilki kesempatan untuk menggantinya di waktu malamnya.
  5. Manfaatkanlah waktu kosongmu untuk tilawah tambahan. Karena engkau sebetulnya banyak memiliki waktu-waktu kosong yang engkau habiskan sia-sia tanpa engkau sadari, ketika menunggu sesuatu atau pada saat peralihan antara satu aktivitas dengan aktivitas lainnya.

Kebanyakan dari orang-orang yang mengira bahwa mereka tidak memiliki waktu untuk membaca al-Qur’an, sebenarnya mereka telah disibukkan oleh perkara-perkara yang tidak penting. Mereka banyak menyia-nyiakan waktu mereka disebabkan mereka tidak memiliki persiapan maupun perencanaan untuk memanfaatkan waktu-waktunya tersebut.

Berapa banyak di antara mahasiswa maupun pekerja yang melakukan perjalanan dengan mengendarai alat transportasi umum, dan mereka menghabiskan dua atau tiga jam dalam seharinya untuk pulang dan pergi ke tempat beraktivitasnya, tanpa menggunakannya untuk membaca satu huruf pun yang dapat menjadi pahala baginya di hari akhir kelak.

Kita meminta kepada Allah untuk memberikan taufiq-Nya kepada kita untuk dapat membaca al-Qur’an, beramal dengannya, serta menjadikannya sebagai hujjah penolong bagi kita, bukan hujjah pembinasa atas kita. Dan semoga kita dijadikan sebagai ahlu al-Qur’an yang merupakan keluarga Allah di muka bumi ini serta hamba-hamba pilihan-Nya.

Sumber Tulisan: https://ramadaniat.ws/zikr/341

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here