Hukum Membayar Kafarat Qadha’ Kepada Keluarga

0
35

Soal:

Saya memiliki seorang bibi janda yang tidak memiliki sumber penghasilan apapun. Ia hidup sebatang kara dan terkadang mendapatkan bantuan uang dari kedua saudaranya. Saya juga memiliki seorang paman yang mendapatkan gaji yang tidak mencukupi kebutuhannya, dan ia memiliki empat orang anak, dua dari anaknya tersebut sedang belajar di salah satu universitas.

Pertanyaan saya: apakah diperbolehkan mengeluarkan kafarat menunda qadha’ puasa (selama 18 hari) untuk mereka?

Jawaban:

Pertama:

Barangsiapa yang menunda pelaksanaan qadha’ (puasa) Ramadhan, maka penundaannya ini tidak terlepas dari dua keadaan:

Keadaan yang pertama : Penundaannya ini karena sebab udzur, maka ia tidak memiliki kewajiban selain qadha’.

Keadaan yang kedua: Ia mengakhirkan qadha’ tanpa udzur, maka dalam keadaan ini, bersamaan dengan qadha’ ia wajib menunaikan kafarat, dan ini merupakan pendapat Jumhur ulama rahimahumullaah.

Dan sebagian ulama berpendapat (dan ini merupakan pendapat kedua dalam masalah ini): bahwasanya yang wajib adalah qadha’ yang dibarengi dengan taubat dari perbuatan mengakhirkan qadha’ tanpa udzur. Adapun kafarat, maka ia tidaklah wajib.

Kedua:

Kafarat menunda pelaksanaan qadha’ puasa (bagi orang yang memegang pendapat ini) bukanlah dalam bentuk uang, akan tetapi berupa makanan yang dikeluarkan oleh seseorang. Ukurannya: memberi makan satu orang miskin setiap hari (sesuai dengan hari yang ditinggalkan).

Syaikh Ibn Baz rahimahullaah menjelaskan:

“Wajib bagi Anda untuk bertaubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala dari perbuatan ini (menunda pelaksanaan qadha’), dan juga wajib bagi Anda untuk berpuasa sesuai dengan jumlah hari dimana Anda berbuka (tidak berpuasa) sebelum datangnya bulan Ramadhan pada tahun berikutnya. Dan juga wajib bagi Anda bersamaan dengan taubat untuk memberi makan satu orang miskin setiap hari setengah sha berupa makanan pokok negeri tersebut; seperti kurma, beras, atau yang lainnya, dan ukurannya sekitar 1,5 kilo. Dan ia berikan semuanya kepada orang fakir, walaupun hanya satu orang fakir.” (Lih: Majmu’ Fatawa Ibn Baz 15/341).

Dan Anda tidak berdosa jika memberikan kafarat ini kepada paman atau bibi Anda selama mereka termasuk orang yang membutuhkan. Dan ini lebih utama daripada engkau memberikannya kepada orang lain yang tidak termasuk keluarga dekat Anda.

Wallaahu a’lam.

 

Link : https://islamqa.info/ar/222445

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here