Ingin Beri’tikaf pada Malam-Malam Ganjil saja

0
55

Pertanyaan:

Apakah boleh saya beri’tikaf pada malam-malam ganjil bulan Ramadhan saja dikarenakan saya tidak bisa beri’tikaf selama sepuluh malam penuh, sebab saya baru saja menikah sementara istriku seorang diri di rumah dan saya tinggal bertetangga dengan kerabat?

Jawaban:

Yang lebih utama adalah seorang muslim beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir seluruhnya, sebagai bentuk meneladani Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam. Diriwayatkan oleh al-Bukhary dan Muslim dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan sampai beliau wafat.” (HR. Al-Bukhary no. 2025 dan Muslim no. 1171)

Jika tidak memungkinkan untuk beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir secara full dan hanya bisa melakukannya pada sebagian hari dan malamnya saja, maka yang demikian tidak mengapa. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh al-Bukhary:

“Bahwasanya ‘Umar bin Khatab Radhiyallahu ’anhu pernah bernazar untuk beri’tikaf satu malam di Masjidil Haram. Maka Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam menyuruhnya untuk memenuhi nazarnya.” (HR. Al-Bukhary, 2042 dan Muslim, 1656)

Hadist tersebut menunjukkan sahnya beri’tikaf walaupun hanya satu malam.

I’tikaf tidak mempunyai  batasan minimal. Dan sudah selayaknya bagi seorang hamba untuk senantiasa bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah pada sepuluh malam terakhir ini serta mempersiapkan bekal untuknya sesuai dengan kadar kemampuannya.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/93998

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here