Shalat Witir Mirip Shalat Maghrib

0
32

Soal:

Sebuah artikel berjudul Shalat al-Lail Fi Ramadhan, disebutkan di sana bahwa Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam– mengharamkan shalat witir 3 rakaat, dan penulisnya menyertakan keterangan sabda beliau, ‘Janganlah kalian menjadikannya seperti shalat Maghrib’. Sehingga, bagi orang yang ingin shalat witir 3 rakaat, ia harus melaksanakannya berbeda dengan shalat Maghrib.

Ada dua tata cara: Pertama dengan salam setelah dua rakaat pertama, dan ini lebih baik, atau atau tidak duduk tasyahud setelah dua rakaat pertama.

Saya juga shalat witir 3 rakaat, tetapi yang membedakan adalah saya mengangkat kedua tangan untuk takbir sebelum membaca doa qunut. Apakah tindakan saya ini benar?

Jawaban:

Sebelum menjawab pertanyaa ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Anda lantaran sudah bersungguh-sungguh untuk mengikuti Sunnah, dan kita memohon kepada Allah agar menjadikan Anda dan kami semua termasuk golongan yang apabila mendengar kebenaran akan mengikuti dengan sebaik mungkin.

Apa yang sudah Anda paparkan –semoga Allah memberi taufiq kepada Anda- berupa usaha untuk untuk tidak menyerupai (shalat Maghrib) yaitu dengan mengangkat kedua tangan untuk takbir sebelum membaca doa qunut, maka tindakan ini bukanlah yang dimaksud dari larangan Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam– yang tertera dalam sabda beliau yaitu sebuah hadits yang diriwayatkan oleh al-Hakim (1/304), al-Baihaqi (3/31), ad-Daraquthni (hal. 172) dan dinyatakan shahih oleh al-Hakim berdasarkan syarat keduanya (al-Bukhary dan Muslim).  Bahwasanya Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda,

لَا تُوتِرُوا بِثَلَاثٍ تَشَبَّهُوا الْمَغْرِبَ

“Janganlah kalian shalat witir tiga rakaat yang menyerupai shalat Maghrib.” Maksud beliau –Shallallahu ‘alaihi wasallam– ialah sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama, yaitu larangan adanya duduk tasyahud awal pada shalat witir, karena nantinya ia akan menyerupai shalat Maghrib.

Lihat penjelasan itu di dalam Fath al-Bary karya Ibnu Hajar (4/301), al-Hafizh mengatakan, “Isnadnya berdasarkan syaratnya al-Bukhari dan Muslim.” Juga dalam  ‘Aun al-Ma’bud Syarh hadits no. (1423), dan Shalat at-Tarawih karya al-Albani no. 97.

Dan mengangkat kedua tangan sambil takbir sebelum membaca doa qunut, sebenarnya bukanlah tindakan yang membuatnya berbeda; karena gerakan mengangkat kedua tangan di dalam shalat ada empat:

  1. Ketika takbiratul
  2. Ketika akan ruku’.
  3. Ketika bangkit dari ruku’.
  4. Saat bangkit dari tasyahud awal.

Sehingga, seseorang tidak disyariatkan mengangkat kedua tangannya kecuali di empat gerakan di atas.

Silakan lihat penjelasannya di dalam Fatawa Arkan al-Islam karya Syekh Muhammad bin Utsaimin –Rahimahullah– (hal. 312).

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/26844

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here