Amalan Wanita Haid Di Malam Lailatul Qadar

  • 2 min read
  • Jun 28, 2018

Soal:

Amalan apa yang bisa dilakukan oleh wanita haid di waktu Lailatul Qadar? Apakah ia bisa menambah pahala kebaikan dengan melakukan ibadah? Kalau memang iya, lantas amalan apa sajakah yang bisa dilakukan di malam tersebut?

Jawaban:

Seorang wanita yang sedang haid, ia boleh melakukan seluruh ibadah kecuali: Shalat, puasa, tawaf di Ka’bah, dan I’tikaf di masjid.

Ada sebuah hadits dari Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam– mengenai aktivitas beliau yang menghidupkan malam selama 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Diriwayatkan oleh al-Bukhary no. 2024 dan Muslim no. 1174, dari Aisyah –Radhiyallahu ‘anha-, bahwasanya ia berkata:

“Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam-, jika telah masuk 10 hari terakhir (bulan Ramadhan), beliau mengencangkan sarungnya, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya.”

Menghidupkan malam di sini bukan hanya terbatas pada shalat malam, tetapi mencakup seluruh amalan ketaatan, dan berikut ini penafsiran para ulama:

Al-Hafizh Ibnu Hajar menuturkan:

’Dan beliau menghidupkan malamnya’ artinya bergadang dengan melakukan berbagai ketaatan.”

An-Nawawy mengatakan:

“Yakni mengisinya dengan bergadang, dengan shalat dan ibadah lainnya.”

Di dalam ‘Aun al-Ma’bud disebutkan:

“Maksudnya dengan shalat, zikir, dan membaca al-Qur’an.”

Shalat malam terbaik yang dilaksanakan oleh seorang hamba ialah shalat itu dilaksanakan diLailatul Qadar, oleh karena itu, Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda:

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

“Barangsiapa yang shalat malam di waktu Lailatul Qadar karena iman dan berharap pahala, niscaya dosanya yang lalu akan diampuni.” (HR. al-Bukhary no. 1901 dan Muslim no. 760).

Lantaran kondisi wanita haid dilarang melaksanakan shalat, maka ia bisa menghidupkan malam tersebut dengan melakukan amalan ketaatan lainnya selain shalat, seperti:

  1. Membaca al-Qur’
  2. Berdzikir, contohnya: tasbih, tahlil, tahmid, dan yang semisalnya.
  3. Memperbanyak ucapan

سُبْحَانَ اللَّهِ ، وَالْحَمْدُ لله ، ولا إله إلا الله ، والله أَكْبَرُ ، و سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ العَظِيْمِ

“Mahasuci Allah, segala puji milik Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Mahabesar, Mahasuci Allah dan segala puji milik-Nya, Mahasuci Allah yang Mahaagung.”  Dan yang lainnya.

  1. Membaca istighfar: memperbanyak mengucapkan Astaghfirullah.
  2. Berdoa: memperbanyak berdoa kepada AllahTa’ala dan memohon kepada-Nya kebaikan dunia dan akhirat, sebab doa termasuk ibadah terbaik, hingga Rasul –Shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda, “Doa adalah ibadah.” ( at-Tirmidzi no. 2895, dan dinyatakan shahih oleh Syekh al-Albani di dalam Shahih at-Tirmidzi no. 2370).

Wanita haid bisa melaksanakan ibadah-ibadah tersebut serta ibadah lainnya di waktu Lailatul Qadar.

Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar memberikan kita petunjuk kepada amalan yang dicintai dan diridai oleh-Nya, serta semoga Allah menerima amal saleh kita.

Sumber: https://islamqa.info/ar/26753