APAKAH WAJIB MELEPASKAN BEHEL (BRACKET) GIGI SAAT BERWUDHU?

  • 1 min read
  • Sep 23, 2018
Kawat Gigi

Soal:

Saya sedang meluruskan gigi saya, dan dokter telah memasang behel (kawat gigi) untuk itu yang menutupi seluruh gigi, meskipun bisa saja dilepaskan. Maka apakah behel itu harus dilepaskan setiap kali berkumur saat berwudhu untuk shalat? Apakah air harus menyentuh gigi saat berwudhu? Atau tak mengapa melakukan wudhu tanpa melepaskannya?

 

Jawaban:

Anda tidak harus melepaskan kawat gigi itu, karena yang dimaksud berkumur adalah menggerakkan air di dalam mulut. Dan ini dapat dilakukan meskipun ada kawat gigi di dalamnya, dan jika ia mudah dilepaskan tanpa ada kesulitan, maka itu lebih baik.

Syekh Ibnu Baz rahimahullah pernah ditanya:

“Saya menggunakan gigi palsu. Apakah wudhu sah dengan itu? Ataukah ia harus dilepaskan setiap akan berwudhu?”

Beliau menjawab:

“Itu tidak perlu dilepaskan. Berkumur-kumurlah saat berwudhu. Dan selama Anda masih dalam keadaan suci, maka Anda mengerjakan shalat dengan itu. Dan jika Anda ingin berwudhu sekali lagi, Anda dapat berkumur-kumur meskipun gigi palsu itu ada di dalam mulut, tanpa perlu dilepaskan.” (Lih: Fatawa Nur ‘ala al-Darb, 5/101)

 

Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya: tentang seorang yang menggunakan gigi palsu pada bagian gigi tertentu dan dapat dilepaskan; karena ia tidak ditanam tapi cukup berat untuk itu. Maka apakah itu tak mengapa (tidak melepaskannya) saat berkumur dalam berwudhu?

Beliau menjawab:

“Ia tidak harus melepaskannya saat berkumur, karena perkaranya mudah saja, dan karena ia cukup memutarkan air di dalam mulut, dan karena umumnya air akan masuk (ke sela-selanya-penj), sebab air –seperti yang Anda ketahui- sangat lembut dapat masuk di sela-sela gigi palsu itu dan juga gusi. Namun jika ia melepaskannya –khususnya saat mandi junub-, maka itu lebih baik.” (Lih. Liqa’ al-Bab al-Maftuh, 20/158).

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/241164