Apakah Wanita Beri’tikaf pada Semua Malam Sepuluh Terakhir Ramadan?

0
91

Pertanyaan:

Saya seorang muslimah baru. Dan saya punya pertanyaan terkait dengan i’tikaf seorang wanita. Apakah ia boleh beri’tikaf di dalam masjid jika di sana tersedia tempat khusus untuk para wanita? Jika boleh, berapa hari dibolehkan beri’tikaf (tiga atau tujuh hari atau bahkan 10 hari semuanya?)

Jawaban:

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan anda hidayah Islam, kami memohon kepada Allah Ta’ala agar menambahkan kepada anda iman dan petunjuk-Nya.

Iya, diperbolehkan bagi seorang wanita beri’tikaf di dalam masjid, bahkan i’tikaf hukumnya sunnah bagi laki-laki maupun wanita.

Dan yang paling utama adalah beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir semuanya sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diriwayatkan oleh al-Bukhary no. 2026 dan Muslim no. 1172 dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha istri Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya:

“Nabi Sallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya beri’tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan hingga Allah mewafatkannya, kemudian istri-istrinya ber’itikaf setelah kepergiannya.”

Jika seorang Muslim belum bisa beri’tikaf pada semua malam sepuluh terakhir Ramadan, maka ia boleh beri’tikaf sesuai kesanggupannya, dua atau tiga hari atau bahkan lebih ataupun kurang dari itu meskipun hanya satu malam.

Syekh Ibnu Baz Rahimahullah berkata:

“I’tikaf adalah berdiam diri di masjid dengan tujuan mengerjakan ketaatan kepada Allah Ta’ala sama halnya dalam waktu lama atau sebentar, karena tidak terdapat dalam hal ini -sejauh yang saya ketahui- dalil yang menunjukkan batasannya, tidak sehari atau dua hari dan tidak pula lebih banyak dari itu.” (Lih: Fatawa Syekh Ibnu Baz15/441).

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/38037

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here