Bagaimana Kru Pesawat Terbang Berpuasa?

0
83

Pertanyaan:

Saya adalah salah seorang kru pesawat terbang, bagaimana cara saya berpuasa pada bulan Ramadhan selama safar ketika saya berada dalam perjalanan, sedangkan perjalanan memakan waktu yang cukup lama?

Jawaban:

Karena Anda adalah seorang kru pesawat terbang, maka Anda dihukumi sebagai seorang musafir. Para ulama telah bersepakat bahwa seorang yang bepergian boleh membatalkan puasanya pada bulan Ramadhan, entah dikarenakan puasa memberatkannya  dalam perjalanan atau ia tidak merasa berat karenanya.

Namun yang utama bagi musafir adalah berpuasa pada bulan Ramadhan, selama puasa tidak memberatkannya. Sebab jika puasa terasa amat memberatkannya, maka membatalkan puasa menjadi sesuatu lebih utama dan ia harus mengganti puasa yang ditinggalkannya itu pada hari yang lain.

Jika Anda ingin berpuasa, maka hendaklah Anda menahan diri dari pembatal-pembatal puasa, jika Anda telah melihat terbitnya fajar pada tempat yang sedang Anda tempati; bagi Anda berada di daratan atau berada di atas udara.

Demikian pula hukumnya saat Anda akan berbuka puasa. Anda tidak boleh berbuka puasa hingga terbitnya matahari di daerah yang Anda tempati. Jika Anda berada di atas pesawat, sedang Anda masih melihat matahari, maka Anda tidak boleh berbuka puasa sampai melihat matahari telah terbenam. Bahkan walaupun matahari telah terbenam di tempat dimana Anda berada di atas langit penduduk tempat tersebut.

Panjang dan pendeknya waktu siang disebabkan perjalanan dengan pesawat itu tidak mempengaruhi puasa.

Telah menjadi sesuatu yang dimaklumi bahwa jika Anda bepergian pada siang hari menuju arah timur, maka waktu siang akan memendek bagi Anda. Sedangkan jika Anda bepergian ke arah barat, maka waktu siang akan semakin panjang bagi Anda.

Yang menjadi patokan adalah waktu terbitnya fajar dan terbenamnya matahari pada tempat Anda berada.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/37717

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here