Berat Badan Menurun Karena Penyakit; Bolehkah Tidak Puasa?

0
73

Pertanyaan:

Pada tahun yang lalu saya mengalami beberapa masalah kesehatan, sehingga menyebabkan sangat berkurangnya berat badan. Karena itu, saya tidak bisa berpuasa sepanjang hari pada bulan Ramadhan -ini merupakan saran pemeriksaan dokter-.

Tahun ini saya sudah sembuh dari masalah-masalah kesehatan itu, namun belum sampai pada berat badan yang baik. Kedua orang tua saya, kawan-kawan saya dan kerabat saya menasehati saya untuk tidak berpuasa, yang menyebabkan kami berdialog dan berdebat. Sebab saya merasa bahwa saya sudah sembuh, sehingga saya mampu berpuasa. Akhirnya, ibu saya menelpon imam masjid daerah kami dan menjeaskan keadaan saya. Imam masjid itu mengatakan saya tidak boleh berpuasa jika belum sampai pada berat badan yang baik.

Apakah saya harus mendengarkan nasehat mereka dan mengqadha’ puasa saya ketika saya sudah sembuh secara total, atau saya boleh berpuasa dengan keadaan saya yang seperti ini.

Jawaban:

Anda harus berkonsultasi dengan dokter spesialis membicarakan kesembuhanmu. Jika ia mengatakan Anda mampu berpuasa dan hal itu tidak berpengaruh pada kesehatan dan kesembuhanmu, maka ini akan menenangkan perasaan kedua orang tuamu –dengan izin Allah-. Anda bisa melaksanakan puasa saat itu dengan pertolongan Allah.

Adapun jika dokter mengatakan bahwa puasa akan memberatkanmu dan bisa memunculkan beberapa masalah kesehatan padamu, maka yang lebih utama bagimu adalah tidak berpuasa, kemudian mengqadha’nya setelah Anda sembuh total pada hari yang lain setelah bulan Ramadhan.

Al-Dardir al-Maliky rahimahullah berkata:

“Boleh membatalkan puasa karena dugaan –berdasarkan pemeriksaan dokter- akan bertambah parahnya penyakit, atau menyebabkan penundaan terhadap kesembuhan. Demikian pula jika dengan puasa akan menyebabkan seorang yang sakit semakin bertambah payah dan kelelahan.” (Lih: al-Syarhu al-Kabir Ma’a Hasyiah al-Dasuky: 1/535).

Syaikh al-Utsaimin rahimahullah berkata:

“Yang dibolehkan membatalkan puasa adalah seorang yang dikhawatirkan akan bertambah penyakitnya jika ia berpuasa, atau memperlambat kesembuhannya. Pada perkara seperti ini dibolehkan. Sehingga jika seseorang merasa khawatir penyakitnya akan bertambah, atau kesembuhannya terlambat, atau ia akan semakin merasa berat seperti kepayahan baginya, maka ia boleh membatalkan puasanya.

Adapun penyakit yang tidak memberi pengaruh pada puasanya, seperti sakit gigi atau sakit pada jarinya, maka yang seperti ini tidak boleh membatalkan puasa, selama tidak ada perkara-perkara lain yang akan terjadi terhadap penyakit ini. Sekedar sakit gigi seseorang tidak akan berdampak apa-apa jika ia membatalkan puasanya. Tapi jika dokter berkata bahwa jika Anda berbuka puasa dan memakan makanan bergizi niscaya akan meredakan sakit gigi Anda, maka kami katakan bahwa boleh baginya tidak berpuasa. Karena memang kadang memang yang menjadi sebab lamanya sakit itu adalah karena kekurangan gizi.

Sama juga halnya dengan penyakit mata. Jika berpuasa akan berpengaruh pada penyakitnya, maka hendaklah ia membatalkan puasanya. Jika puasanya tidak memberikan pengaruh padanya, maka sebaiknya ia berpuasa.” (Lih: Ta’liqaat  ‘ala al-Kaafy Libni Qudamah: 3/123)

Sekedar kurangnya timbangan berat badan bukanlah alasan syar’i untuk membatalkan puasa. Akan tetapi yang harus dilihat adalah apa yang terjadi pada seseorang jika ia berpuasa: kepayahan, lelah atau keburukan. Apakah mungkin mengganti gizi yang hilang karena puasa itu pada malam hari atau tidak? Harus dengan pendapat seorang dokter yang terpercaya hingga Anda beramal sesuai apa yang ia sarankan.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/221210

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here