Bolehkah Membayar Kafarat Dalam Bentuk Pesta Pernikahan?

  • 2 min read
  • May 15, 2018

Soal:

Saya diwajibkan melaksanakan kafarat memberi makan enampuluh orang miskin, sementaa waktu pernikahan saya telah dekat. Apakah boleh menjadikan perayaan pernikahan sebagai ganti dari pembayaran kafarat? Sebagai informasi bahwasanya saya yang akan menanggung semua biaya (pernikahan)?

Jawaban:

Diperbolehkan dalam pelaksanaan kafarat, mengundang orang-orang miskin sesuai jumlah yang diharuskan dan membuatkan bagi mereka makanan yang membuat mereka kenyang dengan makanan yang standar pertengahan orang yang melaksanakan kafarat.

Sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (7/533) dari Anas radhiyallaahu ‘anhu bahwasanya:

“Ia ditimpa penyakit sebelum ia wafat, dan ia tidak sanggup melaksanakan puasa, maka ia mengumpulkan tiga puluh orang miskin, lalu memberi mereka roti dan daging dalam satu kali makan.”

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullaahu berkata:

“Apabila ia (orang yang melaksanakan kafarat) membuat makanan kemudian mereka (orang-orang miskin) makan siang dengannya atau makan malam, maka dia telah memberi mereka makan … berdasarkan hal ini Syaikh al-Islam rahimahullaah berkata: ‘Selama syariat ini belum menentukan bagi kita (pemberian makan yang dimaksud), maka segala hal yang dikategorikan ‘memberi makan’ telah mencukupi, termasuk makan siang dan makan malam.” (Lihat: al-Syarh al-Mumti’ 15/160-162).

Adapun memanggil orang-orang untuk mengikuti perayaan pernikahan dengan niat menunaikan kafarat, maka hal ini tidak mencukupi, karena ia dengan cara seperti ini dianggap melindungi hartanya.

Kemudian kafarat itu bertujuan untuk memberi pembelajaran dan memberi efek jera, sehingga menjadikannya (kafarat) bagian dalam perayaan pernikahan tidak sesuai dengan tujuan ini dan tidak mewujudkan tujuan yang dimaksud dari pelaksanaan kafarat. Kecuali  jika ia telah menanggung beban khusus pada perayaan tersebut, dan bermaksud mengundang enampuluh orang miskin (secara khusus) sebagai tambahan dari orang-orang yang telah diundang, dimana ia mengundang orang kaya untuk mengikuti perayaan pernikahan dan juga mengundang orang miskin dengan niat menunaikan kafarat.

Syekh Abdrurrahman Al-Barrak menjelaskan:

“Ia tidak boleh melakukan hal itu, kecuali kalau ia menanggung beban khusus untuk mereka (para orang miskin), dan menambahkan makanan khusus untuk menunaikan kafarat.”

Wallaahu a’lam

Link : https://islamqa.info/ar/234117