Haid tidak Memutuskan Mata Rantai Puasa Kafarat

0
98

Soal:

Seorang wanita melaksanakan kafarat atas dosa yang ia lakukan (di bulan Ramadhan) dengan berpuasa selama dua bulan berturut-turut. Ia bertanya tentang hari-hari dimana ia tidak berpuasa karena sebab haid; apakah ia diwajibkan mengqadha’ hari-hari tersebut setelah berakhirnya dua bulan, atau apakah yang harus ia lakukan?

Jawaban:

Bagi orang yang diwajibkan berpuasa selama dua bulan berturut-turut, kemudian datang masa haidnya, maka ia berbuka (tidak berpuasa), kemudian (setelah berakhirnya masa haid) ia melanjutkan puasanya, dan mengqadha’ hari-hari dimana ia haid, berdasarkan ijma’ (kesepakatan para ulama).

Berkata Ibnu Qudamah rahimahullaah:

“Para ulama telah bersepakat bahwa seorang wanita yang berpuasa berturut-turut, apabila datang masa haidnya sebelum menyempurnakannya, maka ia wajib mengqadha’nya apabila ia telah suci, dan melanjutkan puasanya. Hal itu karena haid merupakan perkara yang tidak bisa terhindar darinya, kecuali ia menundanya sampai ia mengalami monopause. Akan tetapi dalam hal ini ada ketidakpastian bahwa ia mampu berpuasa.” (Lih: al-Mughny 8/21).

Wallaahu a’lam.

 

Link : https://islamqa.info/ar/45908

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here