Hukum Beri’tikaf di Mushalla dan Islamic Centre

0
95

Pertanyaan:

Apakah boleh beri’tikaf di mushalla atau di Islamic Centre yang di dalamnya ditunaikan shalat lima waktu dan shalat Jum’at, ataukah hanya diperbolehkan di masjid saja? Terima kasih.

Jawaban:

Tidak sah beri’tikaf kecuali di dalam masjid, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَلا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“Dan janganlah kalian campuri mereka, sedang kalian beri’tikaf dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata:

“Ayat tersebut menunjukkan bahwa kalau sekiranya i’tikaf itu sah selain di masjid, maka tidak dikhususkan pengharaman berhubungan badan di dalamnya. Karena bersenggama itu meniadakan i’tikaf menurut ijma’ ‘kesepakatan’ para ulama. Sehingga diketahui bahwa maksud dari penyebutkan masjid (di dalam ayat) adalah tidak sahnya i’tikaf kecuali di dalamnya.

Dinukilkan dari Ibnu Mundzir tentang kesepakatan para ulama dalam maksud dari ‘mubaasyarah’ dalam ayat tersebut adalah bersenggama.

Diriwayatkan oleh at-Thabary dan lainnya dari jalur Qatadah tentang asbabun nuzuul(sebab turunnya) ayat tersebut:

‘Dahulu ketika mereka beri’tikaf, salah seorang dari mereka keluar untuk suatu keperluan lalu ia bertemu dengan istrinya, jika dia berkehendak, dia dapat menggaulinya, maka turunlah ayat ini.’”

Ibnu Qudamah Rahimahullah dalam kitab al-Mughni (3/65) mengatakan:

“Tidak diperbolehkan beri’tikaf kecuali di masjid yang didirikan shalat jama’ah di dalamnya. Dan i’tikaf tidak sah selain di masjid jika orang yang beri’tikaf tersebut adalah laki-laki. Kami tidak mengetahui adanya selisih pendapat di kalangan para ulama. Dalil hukum masalah tersebut adalah firman Allah Ta’ala:

‘‘Dan janganlah kalian campuri mereka, sedang kalian beri’tikaf dalam masjid.” (QS. Al-Baqarah: 187)”

An-Nawawi Rahimahullah dalam al-Majmu (6/505) mengatakan:

“Tidak sah i’tikaf laki-laki maupun perempuan kecuali di dalam masjid. Tidak sah di masjid rumah wanita dan tidak juga di masjid rumah laki-laki yaitu ruangan yang terpisah dan dikhususkan untuk shalat.”

Ibnu Utsaimin Rahimahullah berkata:

“I’tikaf yang sesuai syariat harus di dalam masjid, berdasarkan firman-Nya: ‘…Sedang kalian beri’tikaf dalam masjid... (QS. Al-Baqarah: 187).” (Lih: Fatawa Nur ‘ala al-Darb 8/176).

 

Atas dasar ini, maka tidak sah beri’tikaf di mushalla atau Islamic centre.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/124291

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here