Hukum Berpatokan Pada Jadwal Imsakiyah Ramadhan

0
115

Pertanyaan:

Kami sejak lama kami pada kalender Ummu al-Qura dalam hal imsak (mulai berpuasa), berbuka dan menentukan waktu-waktu shalat sesuai dengan waktu Makkah al-Mukarramah. Akan tetapi sejak setahun atau lebih, teman-teman membagikan penanggalan khusus untuk daerah kami. Dalam jadwal itu ada perbedaan dengan kalender Ummu al-Qura sekitar sepuluh menit, terkadang kurang dan kadang lebih.

Permasalahannya  sekarang orang-orang terbagi menjadi dua kelompok. Sebagian daerah tetap berpedoman dengan penentuan waktu Makkah al-Mukarramah, sementara sebagian lainnya berpedoman dengan penanggalan baru yang khusus untuk daerah kami.

Terkait puasa, apakah orang yang berpedoman dengan kalender Makkah al-Mukarramah yang lebih lambat dibandingkan dengan waktu daerah kami sekitar 10 menit, puasanya tidak sah disebabkan dia mulai berpuasa setelah azan, jika sekiranya jadwal imsakiah puasa baru yang khusus untuk daerah kami itu benar?

Kami harap permasalahan ini dibahas dengan sungguh-sungguh karena orang-orang sedang terlibat dalam perdebatan dan peselisihan.

Jawaban:

Pertama: Tidak diperkenankan berpedoman dengan jadwal imsakiyah yang tersebar di tengah masyarakat kecuali jika memenuhi dua syarat:

Pertama, jadwal imsakiyah tersebut bersumber dari kalangan ulama dan berpengalaman.

Kedua, imsakiyah dikeluarkan khusus untuk daerahnya. Tidak boleh seorang pun yang tinggal  jauh dari daerah tersebut berpedoman dengan imsakiyah khusus daerah itu, karena adanya perbedaan dalam penentuan waktu di antara dua daerah.

Bagi yang tidak memiliki penanggalan atau jadwal  imsakiyah yang dijadikan pedoman dalam memulai  puasa dan berbuka, maka dia dapat melakukan penelitian sendiri sejak dari terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya matahari dengan cara visual, atau mengikuti muadzin yang jujur dan mengetahui perubahan waktu.

Apabila diketahui bahwa seorang muadzin tidak mengumandangkan azan melainkan ketika telah terbit fajar shadiq, maka sekadar mendengar azannya dia  sudah harus mulai berpuasa. Demikian pula jika diketahui bahwa muadzin mengumandangkan azan ketika matahari  terbenam, maka orang yang berpuasa sudah dibolehkan berbuka.

Sedangkan azan dari muadzin yang mengumandangkan azan sebelum terbitnya fajar atau beberapa saat setelah terbenamnya matahari sebagai bentuk kehati-hatian tidak boleh dijadikan patokan.

Kedua: Syaikh Abdurrahman al-Barrak menjelaskan bahwa, “Keberadaan jadwal shalat telah menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengetahui waktu-waktu shalat dengan jam dan menitnya, maka selayaknya diberikan perhatian khusus untuk itu.”

Tetapi hal ini tidak berarti bahwa dalam jadwal-jadwal tersebut tidak ada kekeliruan.

Sudah diketahui bahwa penanggalan Ummu al-Qura memiliki kredibilitas yang tinggi. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Ali Syaikh, mufti umum Kerajaan Saudi dan Ketua Majelis Ulama Pusat, serta  Ketua al-Lajnah al-Daimah li al-Buhuts al-Ilmiyah wa al-Ifta’ menyatakan dalam salah satu khotbah Jumat, “Sesungguhnya penentuan waktu dalam taqwim Ummul Qura ditetapkan secara detail, syari, dan kredibel, serta tidak ada keraguan di dalamnya.”

Beliau juga berkata, “Para ulama umat ini telah menguatkan penentuan waktu Ummul Qura ini, telah diuji dan dipraktikkan, dan terbukti bahwa  penetapannya sesuai berdasarkan ketetapan waktu secara syari. Dan bahwa Fadhilatu al-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah telah mengeluarkan edaran pada tahun 1428 H yang  menguatkan penentuan waktu Ummul Qura.”

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah telah menyebutkan adanya sedikit perbedaan pada waktu fajar sekitar lima menit. Silahkan lihat soal jawab no. 66202

Ketiga: Khusus kota Qunfudzah, ia terletak di pinggir pantai Laut Merah terletak di tengah-tengah antara Makkah dan Jeddah arah utara dan Jazan dari arah selatan. Terletak di arah selatan Makkah dan Jeddah sejauh 380 km. Ada di persimpangan garis lintang timur 41.5 derajat  dan garis bujur utara 19.8 derajat. Sementara Makkah terletak garis bujur utara 21:27 dan garis lintang timur 39 : 49.

Dengan memerhatikan secara cermat jadwal waktu-waktu shalat sesuai dengan jadwal shalat Ummul Qura, maka kami melihat ada perbedaan dalam penentuan waktu yang disesuaikan dengan jauhnya jarak antara Makkah dan Qunfudzah. Maka tidak sah penduduk Qunfudzah berpatokan dengan jadwal waktu shalat dan azan Makkah.

Pada hari ini, tanggal 30 Rajab 1426 H, jadwal waktu shalat sebagai berikut:

Kota      Fajar         Syuruq     Zuhur       Ashar     Magrib    Isya

Makkah   4 : 44      6 : 04      12 : 19      3 : 44      6 : 34       8 : 04

Qunfudzah 4 : 34   6 : 01      12 : 15     3 : 37       6 : 28      7 : 58

Dengan ini jelas kebenaran jadwal yang telah disebarkan oleh teman-teman Anda di Maktab Ta’awuni, yaitu  jadwal shalat khusus untuk daerah Anda. Sementara perbedaan yang Anda sebutkan kenyataannya memang benar ada. Maka hendaklah kalian memerhatikan hal ini.

Kami memohon kepada Allah Ta’ala memberikan taufiq dan hidayah kepada Anda semua agar mendapatkan ridha-Nya.

Wallahu’alam.

Sumber: https://islamqa.info/ar/66891

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here