Hukum Ceramah Setelah Shalat 4 Rakaat Shalat Tarawih

  • 1 min read
  • Jun 12, 2018

Soal:

Bagaimana hukum ceramah yang diadakan setiap selesai 4 rakaat dari shalat tarawih?

Jawaban:

Kajian ceramah yang disampaikan para imam atau penceramah di antara bilangan rakaat shalat tarawih tidak bermasalah insya Allah, namun sebaiknya tidak merutinkannya, khawatir orang-orang akan meyakini bahwa ia termasuk bagian dari shalat, ditakutkan pula mereka akan meyakini bahwa hukumnya wajib, hingga ada di antara mereka mengingkari kalangan yang tidak mengadakannya.

Bagi Imam, ustadz, atau penceramah, mereka semua harus menjelaskan kepada jamaahnya perkara-perkara sederhana mengenai hukum-hukum syariat, terutama hal-hal yang sangat mereka butuhkan di bulan tersebut, contohnya: permasalahan-permasalahan yang sesekali harus ditinggalkan, sebagaimana yang kami sebutkan di atas.

Tidak diragukan lagi, kajian serta untaian nasihat yang disampaikan semacam ini lebih bermanfaat daripada langsung beranjak dari masjid atau obrolan duniawi serta membuat gaduh, dan lebih baik daripada dzikir-dzikir bid’ah yang dibuat-buat oleh sebagian para imam setelah mengerjakan empat rakaat tersebut.

Syekh Abdullah al-Jibrin menuturkan:

“…Fenomena yang terjadi di masa kini, di mana orang-orang mengerjakan shalat dengan cepat, yaitu hanya satu jam atau kurang dari itu, maka sebenarnya mereka tidak membutuhkan metode istirahat semacam ini, sebab tidak ada rasa lelah atau penat yang dirasa. Akan tetapi, bila sang imam menginginkan ada jeda antara rakaat shalat tarawih dengan sekedar duduk sebentar, atau rehat sejenak, atau beristirahat: maka lebih baik di saat itu ada penyampaian untaian nasehat atau kajian, pembacaan singkat buku yang bermanfaat, atau menafsirkan ayat yang baru saja dibaca imam, atau nasehat, penjelasan hukum-hukum, supaya mereka tidak langsung pulang atau merasa bosan, wallahu a’lam.” (Lih: Al-Ijabat al-Bahiyyah fi al-Masa`il ar-Ramadhaniyyah, Pertanyaan no. 2)

Wallahu a’lam.

Sumber: https://islamqa.info/ar/38025