Hukum Doa Bersama Setelah Tarawih

0
79

Soal:

Saya ingin bertanya mengenai sunnah yang shahih dalam melaksanakan shalat tarawih, serta pekara-perkara bid’ah apa saja yang ada di dalamnya, serta doa berjamaah setelah shalat tarawih.

Jawaban:

Adapun untuk baris pertama, silakan merujuk pada tema Shalat tarawih dan Lailatul Qadar merupakan sub tema dari Puasa di situs ini.

Sedangkan doa bersama setelah shalat tarawih, amalan ini merupakan bid’ah, terlbih Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda:

“Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak pernah kami contohkan, maka ia tertolak.” (HR. Muslim no. 3243).

Dalil valid yang bersumber dari Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam– mengenai doa yang dibaca setelah shalat tarawih ialah ucapan,

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ رَبِّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ

“Maha suci Raja Yang Maha suci, Tuhan-nya para malaikat dan malaikat Jibril “ dibaca tiga kali dan mengeraskan suara saat ketiga kalinya.

Diriwayatkan oleh Ahmad no. 14929, Abu Daud no. 1430, dan an-Nasa’i no. 1699, dari Ubay bin Ka’ab –Radhiyallahu ‘anhu– bahwasanya ia berkata:

“Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam– membaca Sabbihisma Rabbikal A’la (QS. Al-A’la) dan Qulya Ayyuhal Kafirun (QS. Al-Kafirun) dan Qul Huwallahu Ahad (QS. Al-Ikhlas) dalam shalat witirnya, setelah salam beliau mengucapkan,

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

‘Maha suci Raja Yang Maha suci, “Maha suci Raja Yang Maha suci’, dan mengeraskan suaranya.” (Dinyatakan shahih oleh al-Albani di dalam Shahih an-Nasa’i no. 1653).

Kemudian di dalam shalat witir, kelak sang imam akan membaca doa qunut dan makmum di belakangnya mengucapkan Amin. Sebagaimana yang dilakukan oleh Ubay bin Ka’ab –Radhiyallahu ‘anhu– tatkala ia mengimami shalat tarawih masyarakat di zamannya Umar bin al-Khathab –Radhiyallahu ‘anhu-. Dengan demikian kita tidak butuh amalan bid’ah semacam ini. Benarlah apa yang dikatakan oleh penyair:

Setiap kebaikan itu dengan mengikuti generasi terdahulu

Dan setiap keburukan bermula dari amalan bid’ah dari generasi terkini.

 Wallahu a’lam.

 Sumber: https://islamqa.info/ar/37753

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here