Hukum Doa Iftitah Dalam Shalat Tarawih

0
83

Soal:

Apakah kita disyariatkan membaca doa istiftah/iftitah pada rakaat pertama dalam setiap dua rakaat shalat tarawih?

Jawaban:

Iya, Anda disyariatkan untuk membaca doa Istiftah di awal setiap dua rakaat shalat tarawih dan shalat sunnah lainnya, hal ini berdasarkan keumuman dalil-dalil yang ada.

Berikut ini doa-doa istiftah yang khusus dibaca ketika shalat malam:

لا إله إلا الله ، الله أكبر

“Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah” (3 kali), Allah Maha Besar (tiga kali).

Atau membaca,

الله أكبر كبيراً ، والحمد لله كثيراً ، وسبحان الله بكرة وأصيلاً

“Allah Mahabesar, segala pujian hanya milik Allah, dan Mahasuci Allah pagi dan sore hari”,

Seorang laki-laki dari kalangan sahabat membaca doa istiftah ini, lantas beliau –Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

Aku takjub dengan doa itu, sebab melalui doa tersebut pintu-pintu langit terbuka.”

الحمد لله حمداً كثيراً طيباً مباركاً فيه

“Segala pujian, hanya bagi Allah, dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah.”

Sahabat lain membaca doa istiftah ini, lantas beliau –Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda: Saya melihat 12 malaikat, saling bergegas untuk mengangkatnya (ke langit).”

   اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ ، وَلَكَ الْحَمْدُ ، أَنْتَ الْحَقُّ ، وَوَعْدُكَ حَقٌّ ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ ، وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ ، وَالنَّارُ حَقٌّ ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ ، وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ ، وَبِكَ آمَنْتُ ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ ، وَبِكَ خَاصَمْتُ ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ ، أنت ربنا وإليك المصير ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ ، وَمَا أَخَّرْتُ ، وَمَا أَسْرَرْتُ ، وَمَا أَعْلَنْتُ ، وما أنت أعلم به مني ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ ، أنت إلهي ، لا إِلَهَ إِلا أَنْتَ ، ولا حول ولا قوة إلا بك

“Ya Allah, segala puji milik-Mu, Engkau cahaya langit dan bumi dan seisinya. segala puji milik-Mu, Engkau yang mengurusi langit dan bumi serta seisinya. segala puji milik-Mu, Engkau Tuhan yang menguasai langit dan bumi beserta isinya, segala puji milik-Mu dan bagi-Mu kerajaan langit dan bumi serta seisi-nya. segala puji milik-Mu, Engkau benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, bertemu dengan-Mu benar, Surga itu ada, Neraka itu ada, akan ada peristiwa hari kiamat itu benar, para nabi diutus merupakan kebenaran, Muhammad sebagai utusan-Mu adalah benar. Ya Allah, hanya kepada-Mu aku pasrah, hanya kepada-Mu aku bertawakal, hanya kepada-Mu aku beriman, hanya kepada-Mu aku bertobat, melalui pertolongan-Mu aku berdebat, hanya berlandaskan (syariat-Mu) aku memutuskan suatu perkara. Oleh sebab itu, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang. Engkaulah yang mendahulukan dan mengakhirkan, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, tiada daya serta upaya kecuali dengan pertolongan-Mu.”

 اللَّهُمَّ رَبَّ جِبْرِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنْ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

 “Ya Allah, Tuhan Jibril, Mikail, dan Israfil. Wahai Pencipta langit dan bumi. Wahai Tuhan yang mengetahui yang gaib dan nyata. Engkau yang memutuskan di antara hamba-hamba-Mu terkait apa yang mereka perselisihkan. Berikanlah petunjuk kepadaku kebenaran apa yang dipertentangkan dengan izin-Mu, sesungguhnya Engkau menunjukkan kepada jalan yang lurus bagi orang yang Engkau kehendaki.

 Beliau membaca takbir sebanyak 10 kali, bertahmid 10 kali, bertasbih 10 kali, dan bertahlil 10 kali, beristighfar 10 kali, serta mengucapkan:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي ، وَاهْدِنِي ، وَارْزُقْنِي ، وعافني

 ‘Ya Allah, ampunilah diriku, berikanlah aku petunjuk, limpahkanlah rezeki kepadaku, dan selamatkanlah aku dari marabahaya’, sebanyak 10 kali, lalu mengucapkan:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الضِّيقِ يَوْمَ الْحِسَابِ

‘Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan di hari perhitungan’, sebanyak 10 kali.

Mengucapkan:

اللَّهُ أَكْبَرُ

Allahu mahabesar (3 kali)

Lalu dilanjutkan,

ذُو الْمَلَكُوتِ وَالْجَبَرُوتِ وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ

Pemilik seluruh kerajaan, kekuasaan, keangkuhan, dan keagungan.”

Silakan lihat buku Shifah Shalat al-Nabiy karya al-Albani (hal. 94-95).

 

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/66558

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here