Hukum Membatalkan Puasa Bagi Pilot Yang Berpatroli

0
77

Pertanyaan:

Beberapa pilot mendapat tugas berpatroli di atas wilayah perbatasan yang bermasalah atau wilayah perang. Penerbangan tersebut kadang memakan waktu enam jam atau lebih dalam dua periode. Kadang-kadang para pilot diminta menaikkan ketinggiannya beberapa kaki, dimana hal itu membutuhkan upaya yang sangat besar dari para pilot dalam melaksanakan tugas ini, demi menjaga stabilitas keamanan negara, kehidupan rakyat, dan bangsa mereka.

Bolehkah para pilot tersebut membatalkan puasa mereka, dan apakah alasan ini bisa menjadi udzur dimaafkannya perbuatan mereka?

Jawaban:

Pertama:

Pilot yang ditugaskan berpatroli di wilayah perbatasan yang jaraknya jika diukur dari kediamannya mencapai jarak dibolehkannya menqashar shalat, yaitu sejauh 80 km (kira-kira), maka boleh baginya membatalkan puasanya jika ia telah meninggalkan gedung. Jika ia perlu membatalkan puasa karena sesuatu yang darurat sebelum pesawat berangkat, maka hal itu tidaklah mengapa.

Kedua:

Jika jaraknya tidak sampai pada jarak bolehnya menqashar shalat,  sementara mereka harus berpatroli demi menjaga kemaslahatan rakyat, namun hal itu tidak dapat terlaksana kecuali dalam keadaan tidak berpuasa, maka boleh bagi mereka membatalkan puasa, sebagai bentuk realisasi adanya maslahat dan menjauhi mudharat.

Ketiga:

Pilot yang kembali ke kediaman mereka pada siang hari, lalu mereka tidak kembali melaksanakan tugas ini pada sisa hari tersebut, maka wajib baginya untuk tetap berpuasa.

Keempat:

Wajib bagi mereka semua untuk mengqadha’ puasa mereka.

Semoga kita selalu mendapat taufik dari Allah, dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan pada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya dan para sahabatnya. (Lih: Fatawa al-Lajnah al-Da’imah, vol. 2, 9/141)

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/129788

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here