Hukum Membatalkan Puasa Bagi Seorang yang Harus Mengkonsumsi Obat Setiap 12 Jam

  • 1 min read
  • Jun 02, 2018

Pertanyaan:

Saya memiliki penyakit. Saya telah memeriksakannya ke dokter dan ia memberikan pil obat yang harus saya minum sekali dalam 12 jam. Hal ini berlangsung selama 5 tahun. Apa yang harus saya lakukan, khususnya pada bulan Ramadhan, dimana lamanya puasa dalam sehari adalah 15 jam? Jika saya tidak makan dalam jangka waktu 12 jam, maka penyakit saya akan kembali.

Jawaban:

Allah Azza wa Jalla berfirman:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Bertakwalah sesuai kemampuan kalian”. (QS. Al-Taghabun: 16)

Jika seandainya penyakit Anda akan kambuh bila terlambat mengkonsumsi obat dari jangka waktu yang ditentukan, maka silahkanlah membatalkan puasa jika jangka waktu dalam satu hari sangat lama; seperti 15 jam dalam hari-hari puasa.

Ia boleh mengkonsumsi obat yang telah ditetapkan untuknya dan ia membatalkan puasanya dengan itu, kemudian ia mengqadha’ puasa yang ia batalkan pada hari itu. Dia boleh mengonsumsi obat itu lalu kembali menahan diri dari pembatal-pembatal puasa dan mengqadha’nya pada hari yang lain. Sebab ia membatalkan puasanya hanya karena ingin meminum obat, sehingga ia harus kembali menahan dirinya dari pembatal puasa dan juga mengqadha’nya pada hari yang lain.

Adapun jika mengonsumsi obat itu bisa ditunda dan tidak memberatkannya, maka wajib baginya untuk menundanya dan mengkonsumsinya pada malam hari.

Jika ia tidak bias, maka tidak ada masalah baginya. Ia bisa mengqadha’ hari tersebut pada hari-hari yang pendek jangka waktunya, yaitu pada musim dingin yang dimana hari-harinya tidak sampai dari 12 jam. (Lih: Fatawa Nur ‘ala al-Darb 3/1228).

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/128569