Hukum Mengakhirkan Shalat Isya Di Bulan Ramadhan

0
80

Soal:

Imam di masjid kami mengakhirkan shalat Isya sekitar satu jam di bulan Ramadhan. Apakah perbuatan ini dibenarkan?

Jawaban:

Waktu shalat Isya dimulai sejak mega merah di langit sirna, yaitu setelah matahari terbenam hingga pertengahan malam.

Sebaiknya shalat Isya dikerjakan di akhir waktu, selama tidak memberatkan orang-orang. Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah –Radhiyallahu ‘anhu-, bahwasanya ia berkata, “Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wa alaihi wasallam– bersabda,

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ أَنْ يُؤَخِّرُوا العِشَاءَ إِلَى ثُلُثِ اللَّيْلِ أَوْ نِصْفِهِ

Kalaulah bukan karena khawatir akan memberatkan umatku, niscaya akan aku perintahkan mereka agar mengakhirkan shalat Isya hingga sepertiga atau pertengahan malam.” (HR. at-Tirmidzi no. 167).

Hadits ini menunjukkan bahwa mengakhirkan shalat Isya hukumnya sunnah, selama tidak memberatkan para makmum. Bila ternyata memberatkan para makmum, maka hendaknya disegerakan.

Dari Aisyah –Radhiyallahu ‘anha– bahwasanya ia berkata,

“Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam– suatu malam mengakhirkan waktu shalat Isya hingga larut malam, sampai-sampai orang-orang yang di masjid tertidur, kemudian beliau keluar seraya bersabda,

إِنَّهُ لَوَقْتُهَا لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي

Sesungguhnya inilah waktunya, bila tidak memberatkan umatku. (HR. Muslim no. 637).

Dan dari Jabir –Radhiyallahu ‘anhuma-, ketika ia menerangkan waktu-waktu shalat Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam-, ia berkata,

“Dan shalat Isya, terkadang beliau mengakhirkannya dan sesekali menyegerakannya, bila melihat para makmum telah berkumpul, maka disegerakan, dan saat melihat para makmum belum banyak berkumpul, maka beliau mengakhirkannya.” (HR. al-Bukhary (1/141) dan Muslim no. 646). Silakan lihat Ma’rifah Auqat al-‘Ibadat karya Dr. Khalid al-Musyaiqih (1/291).

Sebagian penduduk di beberapa negara, mereka mengakhirkan shalat Isya di bulan Ramadhan, yaitu sekitar setengah jam dari waktu awalnya, bertujuan supaya orang-orang dapat berbuka dengan tenang, dan bersiap-siap untuk shalat Isya serta taraweh. Tindakan semacam ini tidak terlarang, dengan syarat sang imam tidak mengakhirkan shalat Isya, sehingga membuat para makmum merasa berat, sebagaimana telah dijelaskan yang lalu.

Sebaiknya untuk permasalahan seperti ini, dikembalikan kepada jamaah masjid setempat, yaitu membuat kesepakatan dengan mereka terkait waktu shalatnya, sebab mereka lebih tahu kapan waktu yang sesuai bagi mereka.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/38270

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here