Hukum Menggunakan Beasiswa Untuk Ibadah Haji

  • 1 min read
  • Aug 16, 2018
Beasiswa

Soal:

Seorang mahasiswa mendapatkan beasiswa dan bantuan studi sebesar lebih dari 3000 dolar. Bolehkah ia menggunakan beasiswa itu untuk menunaikan haji dan mengambil pinjaman khusus mahasiswa selama setahun untuk membiayai kuliahnya?

Jawaban:

Jika pihak universitas atau pihak pemberi beasiswa dan bantuan ini mempersyaratkan penggunaannya untuk semua yang berkaitan dengan studi, maka persyaratan ini harus dipenuhi dan tidak boleh digunakan untuk yang lainnya, meskipun itu adalah ibadah haji.

Jika pihak pemberi beasiswa dan bantuan tidak mempersyaratkan hal itu, bahkan memberinya tidak lain dalam kapasitasnya sebagai mahasiswa, maka ia telah memilikinya dengan cara yang ia berhak untuk mendapatkannya, sehingga ia boleh menggunakannya untuk hal-hal mubah yang dia inginkan, atau menyimpannya untuk ibadah haji, lalu mengambil pinjaman mahasiswa untuk membiayai kuliahnya.

Dengan catatan bahwa pinjaman tersebut bukan bersifat ribawi, dimana ia mengembalikan lebih dari nilai yang dipinjamnya, meskipun prosentase tambahan itu sangat sedikit, karena itu tetap masuk kategori riba yang diharamkan.

Meskipun kami tetap menasehati Penanya agar tidak terlibat dalam hutang-piutang, meskipun dengan niat menunaikan ibadah haji. Bahkan tidak sepatutnya ia mulai terlibat dalam hutang jika ia tidak mampu membayar atau tidak mungkin mengembalikannya.

Namun jika ia yakin dapat mengembalikannya, maka tidak mengapa selama bersih dari riba. Meskipun –sekali lagi- yang terbaik adalah jika seseorang tidak membebani dirinya dengan hutang selama masih ada jalan untuk itu.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/158847