Hukum Menghirup Aroma Makanan Saat Puasa

0
130

Soal:

Apakah hukum bagi orang yang sengaja menghirup aroma makanan dalam keadaan berpuasa?

Jawaban:

Tidak ada dosa bagi orang yang mencium aroma-aroma yang wangi, berupa makanan, parfum, atau yang lainnya. Hanya saja ia tidak boleh menghirup asap dan uap yang keluar dari makanan, karena ia mengandung zat (fisik) yang dapat masuk ke dalam lambung.

Disebutkan dalam Hasyiyah al-Dasuqy (1/525):

“Kapan saja asap yang berasal dari uap atau asap dari dalam panci sampai ke dalam kerongkongan, maka ia telah diwajibkan qadha; jika asap tersebut sampai melalui hirupan, apakah masakan itu dibuat olehnya sendiri atau orang lain.

Adapun kalau asap tersebut sampai ke kerongkongannya tanpa sengaja, maka tidak ada kewajiban qadha’ bagi bagi yang menghirupnya, maupun orang yang membuatnya atau selain mereka, berdasarkan pendapat yang dipegangi”.

Syaikh Ibn Baz pernah ditanya:

“Apakah diperbolehkan menggunakan parfum, seperti minyak gaharu, cologne, dan dupa pada siang hari Ramadhan?

Maka beliau menjawab:

“Ya, diperbolehkan menggunakannya dengan syarat ia tidak menghirup asapnya.” (Lihat: Fatawa Ibn Baz, 15/267)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullaah pernah ditanya: tentang hukum penggunaan aroma parfum bagi orang yang berpuasa pada siang hari Ramadhan?

Maka beliau menjawab:

“Tidak apa-apa menggunakannya di siang hari Ramadhan begitupun menghirupnya, kecuali dupa maka tidak diperbolehkan menghirupnya, karena ia mengandung zat yang dapat sampai ke dalam lambung, yaitu asap.” (Lihat: Fatawa Ramadhan, hal. 499)

Kesimpulannya: Bahwasanya sekadar mencium aroma makanan, maka tidak apa-apa walaupun dalam keadaan berpuasa, akan tetapi tidak diperbolehkan menghirup uap atau asap yang keluar dari makanan.

Wallaahu a’lam.

 

Link : https://islamqa.info/ar/66079

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here