Hukum Menguap Di Bulan Ramadhan

  • 2 min read
  • May 28, 2018

Pertanyaan:

Sebagaimana yang sudah diketahui bersama bahwa menguap itu berasal dari setan dan setan dibelenggu pada bulan Ramadhan, lalu mengapa kita masih menguap di bulan Ramadhan?

Jawaban:

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ العُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ، فَإِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ وَحَمِدَ اللَّهَ، كَانَ حَقّاً عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يَقُوْلَ لَهُ: يَرْحَمُكَ اللهُ، وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ، فَإِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا تَثَاءَبَ ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ (رواه البخاري ومسلم)

“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka apabila ada seseorang yang bersin lalu mengucap hamdalah, maka setiap Muslim yang mendengarnya wajib untuk mendoakannya dengan ‘yarhamukallah’ (semoga Allah merahmatimu). Sedangkan menguap sesungguhnya berasal dari setan, dan jika salah satu di antara kalian hendak menguap maka tahanlah semampunya, karena jika salah satu di antara kalian menguap maka setan akan tertawa karenanya.” (HR. Bukhari no.6226 dan Muslim no.2994).

Ada yang berpendapat bahwa maksud hadits di atas adalah setan suka melihat orang yang menguap karena aktifitas tersebut membuatnya terlihat berbeda dan hal tersebut menjadi bahan tertawaan mereka. Jadi hadits tersebut tidak menyatakan bahwa setan yang menyebabkan manusia menguap.

Ada juga yang berpendapat bahwa menguap merupakan bagian dari godaan setan karena menguap biasanya muncul dari perut yang terlalu banyak makan sehingga menimbulkan rasa malas, dan hal tersebut tidak terjadi kecuali adanya pengaruh dari setan.

Imam Nawawi rahimahullah berkata:

“Pendapat yang menyatakan bahwa menguap merupakan godaan setan muncul karena dialah yang mengajak manusia kepada syahwat, sementara menguap cenderung terjadi karena faktor malas gerak dan kekenyangan. Dan maksud dari hadits ini adalah ajakan untuk senantiasa waspada terhadap segala hal yang bisa menyebabkan terjadinya menguap terutama sikap berlebih-lebihan dalam hal makanan.”

Pendapat ini dikuatkan oleh al Munawy rahimahullah yang berkata:

“Penisbatan menguap kepada setan disebabkan karena dialah yang mengajak manusia untuk memenuhi syahwatnya. Oleh sebab itulah, yang diinginkan melalui hadits ini adalah munculnya sikap waspada terhadap segala hal yang bisa menyebabkan terjadinya menguap terutama sikap berlebih-lebihan dalam hal makanan yang dapat menyebabkan rasa berat untuk mengerjakan ketaatan.”

Maka sebenarnya, tidak ada kontradiksi antara adanya orang yang menguap di bulan Ramadan dengan setan yang tetap dibelenggu pada bulan tersebut. Sebagai buktinya, jika kita mengambil pendapat yang mengatakan bahwa hadits di atas bermakna setan menyukai seseorang yang menguap, maka kesukaan dia terhadap mereka yang menguap tetap bisa dilakukan walaupun dalam keadaan terbelenggu dan tidak mengharuskan dia dalam keadaan bebas.

Sedangkan jika kita mengambil pendapat yang menyatakan bahwa menguap itu disebabkan oleh setan, baik secara langsung ataupun tidak, maka terdapat dua kemungkinan, yaitu:

Pertama, maksud dari setan dibelenggu adalah sebagian setan yang dibelenggu terutama setan-setan pembangkang, sedangkan selain mereka masih bebas menjalankan misinya. Maka, bisa saja menguap yang terjadi pada seseorang merupakan hasil kerja setan-setan yang masih bebas berkeliaran.

Kedua, maksud dari setan dibelenggu adalah menurunnya tingkat tipu daya dan godaan setan kepada manusia untuk berbuat keburukan jika dibanding dengan bulan-bulan selain Ramadan. Maka dari itu, barangkali menguap merupakan salah satu keburukan kecil dari setan yang berhasil dilakukan di bulan Ramadan.

Sumber: https://islamqa.info/ar/14253