HUKUM MENGUSAP TELINGA KIRI SEBELUM TELINGA KANAN DALAM WUDHU

  • 2 min read
  • Sep 23, 2018

Soal:

Sejak lama –mungkin sejak beberapa bulan- saat berwudhu, saya mengusap telinga kiri terlebih dahulu sebelum telinga kanan. Saya sendiri tidak menyadarinya kecuali sekarang. Bagaimana hukum shalat yang saya kerjakan? Perlu diketahui bahwa saya tetap membasuh tangan kanan sebelum yang kiri, juga kaki kanan sebelum kiri, namun saya lalai dan lupa untuk telinga.

 

Jawaban:

Hadits-hadits yang shahih menunjukkan bahwa cara mengusap kedua telinga dalam berwudhu adalah dengan mengusap kedua-duanya secara bersamaan. Abu Dawud meriwayatkan (no. 135):

“Bahwasanya ada seorang pria menemui Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu bertanya: ‘Wahai Rasulullah, bagaimanakah cara bersuci?’ Lalu (beliau) pun meminta air dalam bejana. Kemudian beliau membasuh kedua tangannya 3 kali, lalu membasuh wajahnya 3 kali, lalu membasuh kedua lengannya 3 kali, kemudian mengusap kepalanya, lalu memasukkan kedua telunjuknya dalam kedua telinganya dan mengusap kedua daun telinganya dengan kedua jempolnya, (juga) mengusap bagian dalam telinganya dengan kedua telunjuknya. Kemudian beliau membasuh kedua kakinya tiga kali-tiga kali. Lalu berkata:

‘Demikianlah (cara) berwudhu. Maka siapa yang menambah atau mengurangi dari ini, maka ia telah berbuat buruk dan zhalim, atau telah berbuat zhalim dan buruk.’” (Dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Sehingga “mendahulukan yang kanan” dalam wudhu hanya khusus untuk kedua kaki dan tangan saja. Adapun kedua telinga, maka yang disunnahkan pada keduanya adalah mengusapnya secara bersamaan pada satu waktu.

Al-Nawawi rahimahullah mengatakan:

“Para ulama kami mengatakan: bahwa ia mengusap kedua telinganya bersamaan dan tidak mendahulukan yang kanan. Namun jika (salah satu) tangannya terputus, maka ia mendahulukan (telinga) yang kanan. Al-Ruyaniy meriwayatkan satu pendapat: bahwa dianjurkan mendahulukan (telinga) kanan. Namun ini pendapat yang syadz dan keliru.” (Lih: al-Majmu’, 1/444)

Hal yang sama juga terdapat dalam al-Fatawa al-Hindiyah (1/9).

 

Maka jika seorang yang berwudhu mengusap salah satu telinganya, entah itu ia memulai dengan yang kanan atau dengan yang kiri, maka ia telah menyelisihi sunnah dan yang paling utama, namun wudhunya tetap sah.

Al-Bahuty rahimahullah mengatakan:

“Dan bagaimana pun ia mengusap kedua telinganya, maka itu sah, sama dengan (mengusap) kepala. Namun yang disunnahkan dalam mengusap keduanya adalah dengan memasukkan kedua telunjuk dalam lubangnya, lalu mengusap daun telinga dengan 2 jari jempolnya.” (Lih: Kisysyaf al-Qina’, 1/101).

Perlu diketahui pula, bahwa andai ia tidak mengusap kedua telinganya saat berwudhu, maka wudhunya tetap sah. Sehingga jika ia masih mengusap kedua telinganya, namun caranya menyelisihi sunnah, maka itu tentu lebih layak lagi bila dinyatakan wudhunya sah.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/221418