Hukum Meniru Langgam Bacaan Orang Lain Dalam Shalat Tarawih

  • 1 min read
  • Jul 10, 2018

Soal:

Sebagian para imam masjid saat mengimami shalat tarawih menirukan langgam bacaan orang lain yang memang suaranya merdu saat melantunkan al-Qur`an, lalu apakah perbuatan ini disyariatkan atau dibolehkan?

Jawaban:

Memperindah suara saat membaca al-Qur`an merupakan hal yang disyariatkan serta diperintahkan oleh Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam-. Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam– pernah menyimak bacaan Abu Musa al-Asy’ary dan beliau takjub dengan bacaannya hingga beliau bersabda,

لَقَدْ أُوتِيتَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ

“Dirimu telah diberi sebuah salah satu seruling dari sekian seruling milik keluarga Daud.”HR. Muslim, Kitab Shalah al-Musafirin no. 793.

Berdasarkan penjelasan di atas, jika seorang imam masjid ia menirukan orang lain yang bersuara merdu dan mempunyai bacaannya yang indah, bertujuan agar suara serta bacaan al-Qur`annya bagus, maka ini disyariatkan bagi dirinya sebagai seorang imam dan orang selainnya juga. Karena bacaan yang merdu mampu membuat semangat orang-orang yang shalat di belakangnya, serta faktor penyebab hati mereka hadir, cenderung menyimak, dan mendengarkan bacaan. (Lih: Kitab ad-Da’wah, Ibnu Utsaimin, 2/201).

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/26196