Hukum Menunda Mandi Junub Sampai Subuh Di Bulan Ramadhan

  • 1 min read
  • May 31, 2018

Soal:

Pada suatu waktu saya mengalami mimpi basah sebelum sahur, saya tidak sanggup untuk melakukan mandi junub. Saya merasa sangat malu untuk mandi junub, karena kedua orangtuaku akan mengetahui hal ini (bahwa aku mengalami mimpi basah). Oleh karena itu, saya makan sahur tanpa mandi junub, dan yang sangat disayangkan juga, saya belum melaksanakan shalat subuh pada hari itu. Akan tetapi (setelah keluar waktu subuh) saya segera mandi wajib dan melaksanakan shalat subuh (di luar waktunya).

Saya ingin mengetahui: apakah puasa saya diterima? Karena saya menyangka saya telah melakukan kesalahan ketika saya makan sahur dalam keadaan junub (akibat mimpi basah). Apakah puasaku diterima?

Jawaban:

Puasa orang yang menggauli istrinya di malam hari kemudian memasuki waktu subuh dalam keadaan junub itu tetap sah. Demikian juga puasa orang yang mengalami junub dalam tidurnya, entah itu di malam hari atau siang hari. Ia tidak berdosa karena mengakhirkan mandi junub sampai terbitnya fajar. Hanya yang membatalkan puasa adalah berjima’ di siang hari Ramadhan mulai dari terbitnya fajar sampai dengan terbenamnya matahari. (Lihat: Fatawa al-Lajnah al-Daimah 10/327)

Adapun megakhirkan shalat subuh sampai terbitnya matahari adalah perkara yang diharamkan. Anda wajib menunaikan shalat pada waktunya, dan rasa malu yang Anda alami untuk melakukan mandi junub bukanlah udzur bagi Anda untuk mengakhirkan shalat sampai keluar waktunya. Anda harus segera bertaubat kepada Allah atas perbuatan tersebut dan memohon ampun. Semoga Allah memberikan Anda kami dan Anda untuk melakukan seluruh kebaikan.

Link : https://islamqa.info/ar/14225