Hukum Shalat Tarawih Bagi Wanita

  • 2 min read
  • Jun 12, 2018

Soal:

Apakah kaum wanita harus shalat tarawih? Dan apakah sebaiknya dilaksanakan di rumah atau berangkat ke masjid untuk shalat tarawih?

Jawaban:

Shalat tarawih hukumnya sunnah muakkadah, sedangkan bagi kaum wanita, mereka lebih utama melaksanakan shalat malam di rumah, hal ini berdasarkan sabda Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam-,

لا تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمْ الْمَسَاجِدَ وَبُيُوتُهُنَّ خَيْرٌ لَهُنَّ

“Janganlah kalian melarang para istri-istri untuk pergi ke masjid, namun shalat di rumah lebih baik bagi mereka.” (HR. Abu Dawud di dalam Sunannya, Bab Ma Jaa Fi Khuruj an-Nisa Ila al-Masjid, bab at-Tasydid fi Dzalik. Dan hadits ini juga tercantum di dalam Shahih al-Jami’ no. 7458).

Bahkan semakin shalatnya dilaksanakan di tempat yang tersembunyi dan privasi, maka akan semakin baik, sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam-:

صَلاةُ الْمَرْأَةِ فِي بَيْتِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاتِهَا فِي حُجْرَتِهَا وَصَلاتُهَا فِي مَخْدَعِهَا أَفْضَلُ مِنْ صَلاتِهَا فِي بَيْتِهَا

“Seorang wanita shalat di ruang khusus lebih utama daripada shalat di kamarnya, dan shalat di ruang tersembunyi lebih utama baginya daripada di ruang khususnya.” (HR. Abu Daud di dalam Sunannya, Kitab ash-Shalah, Bab Ma Jaa Fi Khuruj an-Nisa Ila al-Masjid. Hadits ini juga tertera di dalam Shahih al-Jami no. 3833).

Dari Ummu Humaid istri Abu Humaid as-Sa’idi –Radhiyallahu ‘anhuma– bahwa ia mendatangi Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam– seraya berkata, “Wahai Rasulullah, saya suka shalat bersama Anda’, beliau bersabda:

قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكِ تُحِبِّينَ الصَّلاةَ مَعِي وَصَلاتُكِ فِي بَيْتِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاتِكِ فِي حُجْرَتِكِ وَصَلاتُكِ فِي حُجْرَتِكِ خَيْرٌ مِنْ صَلاتِكِ فِي دَارِكِ وَصَلاتُكِ فِي دَارِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاتِكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ وَصَلاتُكِ فِي مَسْجِدِ قَوْمِكِ خَيْرٌ لَكِ مِنْ صَلاتِكِ فِي مَسْجِدِي قَالَ فَأَمَرَتْ فَبُنِيَ لَهَا مَسْجِدٌ فِي أَقْصَى شَيْءٍ مِنْ بَيْتِهَا وَأَظْلَمِهِ فَكَانَتْ تُصَلِّي فِيهِ حَتَّى لَقِيَتْ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ

‘Saya tahu, bahwa kamu menyukai shalat bersamaku, sedangkan shalatmu di ruang khusus (lebih kecil dari kamar) lebih baik daripada di kamarmu, dan shalatmu di kamarmu lebih baik daripada shalatmu di rumahmu, dan shalatmu di rumahmu lebih baik daripada shalat di masjid desamu, serta shalat di masjid desamu lebih baik daripada shalat di masjidku’.

Ia memerintahkan agar dibangunkan sebuah ruangan khusus paling tersembunyi di dalam rumahnya, dan ia pun shalat di sana hingga bertemu Allah Azza wa Jalla (maksudnya sampai meninggal dunia)’.” (HR. Ahmad dan status para perawinya Tsiqah).

Tetapi keutamaan ini tidak menutup kemungkinan baginya untuk diberi izin shalat di masjjid, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Abdullah bin Umar, bahwasanya ia berkata,

Saya mendengar Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam– bersabda: ‘Janganlah kalian melarang para wanita pergi ke masjid, apabila mereka meminta izin kepada kalian’.

Ia berkata, ‘Bilal bin Abdullah mengatakan ‘Demi Allah kita akan melarang mereka pergi ke masjid’, ia berkata, ‘Lantas Abdullah menemuinya dan menegurnya dengan keras sekali, tidak pernah saya mendengar ia menegur seseorang sekeras itu’, ia berkata, ‘Saya beritahukan sebuah kabar dari Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam- sedangkan kami mengatakan ‘Demi Allah kita akan melarang mereka pergi masjid’.” (HR. Muslim 667).

Akan tetapi, seorang wanita boleh pergi ke masjid apabila memenuhi beberapa syarat berikut:

  1. Harus mengenakan hijab yang sempurna.
  2. Tidak memakai parfum.
  3. Mendapatkan izin suami.
  4. Dan selama ia keluar tidak melakukan hal terlarang apapun, seperti khalwat dengan sopir yang bukan mahram di dalam mobil, atau yang semisal.

Jika seorang wanita melanggar salah satu dari syarat di atas, maka suami atau orangtuanya berhak untuk melarangnya pergi ke masjid, bahkan wajib dilarang.

Apakah ada kekhususan terkait keutamaannya bagi kaum wanita bila ia shalat di masjid? Jawabannya: Tidak ada. Sebab hadits-hadits yang tercantum berlaku umum tentang keutamaan seorang wanita yang shalat di dalam ruang rumahnya, berlaku pula pada shalat tarawih dan shalat lainnya, ini yang benar. Wallahu a’lam.

Dan kita memohon kepada Allah, agar kita dan saudara-saudara kaum muslimin diberikan keikhlasan dan diterima amalannya, serta menjadikannya sebuah amalan yang dicintai dan diridhai oleh-Nya. Semoga shalawat serta salam tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad.

Sumber: https://islamqa.info/ar/3457