Hukum Suami yang Menggauli Istri yang Sedang Mengqadha’ Puasa

  • 1 min read
  • May 31, 2018

Soal:

Saya menggauli istri saya di luar Ramadhan, sementara ia sedang mengqadha’ sebagian puasa yang ditinggalkan pada Ramadhan yang lalu, dan dia tidak mampu menyelesaikan seluruhnya.

Perlu diketahui bahwa istri saya telah meminta izin kepada saya untuk melaksanakan puasa dan saya mengizinkannya.

Jawaban:

Pertama:

Tidak boleh bagi seseorang yang sedang melaksanakan puasa wajib seperti qadha’Ramadhan dan kafarat sumpah untuk membatalkan puasanya kecuali karena udzur sakit atau safar.

Apabila ia membatalkan puasanya (dengan atau tanpa udzur), maka puasa tersebut masih tetap berada dalam tanggungannya, dan wajib atasnya untuk berpuasa sehari sebagai pengganti puasa yang ia batalkan.

Dan apabila ia membatalkan puasanya dengan tanpa udzur, maka wajib atasnya (selain puasa) untuk bertaubat kepada Allah dari perbuatan yang diharamkan ini.

Namun tidak ada kewajiban kafarat bagi istrinya, karena kafarat tidak diwajibkan kecuali karena berjima’ di siang hari Ramadhan.

Kedua:

Anda telah melakukan suatu kesalahan dengan membatalkan puasa istri Anda, karena seorang istri apabila sedang mengqadha’ puasa Ramadhan dengan izin suaminya, maka ia tidak boleh membatalkannya.

Dan Anda berdua berkewajiban untuk bertaubat kepada Allah, menyesali perbuatan ini, dan bertekad untuk tidak mengulanginya. Apabila Anda memaksa istrimu, maka ia tidak berdosa.

Wallaahu a’lam.

 

Link : https://islamqa.info/id/50632