HUKUM TAMBAHAN “AR-RAHMAN AR-RAHIM” SAAT MEMBACA BASMALAH DALAM WUDHU

0
77

Soal:

Dulu, jika saya berwudhu, saat basmalah saya mengucapkan: “Bismillahirrahmanirrahim”. Tapi saya pernah membaca salah seorang ulama bahwa (tambahan ar-Rahman ar-Rahim-penj) itu tidak boleh. Apakah ini benar?

 

Jawaban:

Membaca basmalah saat berwudhu caranya adalah dengan mengucapkan: “Bismillah”. Jika ia menambanya dengan “ar-Rahman ar-Rahim”, maka para ulama berbeda pendapat tentang hal itu:

Sebagian ulama berpendapat bahwa itu lebih sempurna.

Sementara yang lain berpendapat bahwa yang lebih utama adalah dengan tidak menambahnya dan mencukupkan dengan kalimat “Bismillah”.

 

Al-Nawawi rahimahullah mengatakan tentang membaca Basmalah saat berwudhu:

“Dan ketahuilah bahwa yang bacaan Basmalah yang paling sempurna adalah dengan mengucapkan: bismillahirrahmanirrahim. Namun jika ia hanya mengucapkan “bismillah” saja, ia akan mendapatkan keutamaan membaca Basmalah tanpa ada perbedaan pendapat (di kalangan ulama).” (Lih: al-Majmu’, 1/386)

Syekh al-Dardir al-Maliky rahimahullah mengatakan:

“Membaca Basmalah itu dengan mengucapkan ‘bismillah’ saat akan membasuh kedua tangan hingga ke pergelangan. Dan terkait tambahan ‘al-Rahman al-Rahim’ terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.” (Lih: al-Syarh al-Shaghir li Aqrab al-Masalik, 1/122)

 

Syekh Abdullah bin Jibrin rahimahullah mengatakan:

“Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ‘Tidak ada wudhu bagi siapa yang tidak menyebut nama Allah saat (memulai)nya’, posisinya adalah saat memulai membasuh kedua tangan, atau saat mulai berkumur-kumur, dengan mengucapkan: ‘Bismillah’. Sebagian ulama berpendapat bahwa itu hukumnya wajib, namun gugur dari orang yang lupa dan tidak tahu. Adapun bagi yang mengingatnya, maka ia (harus) membaca dengan mengatakan: ‘Bismillah’, dan cukup dengan itu. Jika ia melengkapi dengan mengucapkan: ‘Bismillahirrahmanirrahim’, maka itu boleh.” (Lih: Syarh Umdah al-Ahkam, oleh Ibnu Jibrin)

Adapun pendapat bahwa orang yang mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim” itu tidak diperbolehkan, maka kami belum pernah menemukan seorang ulama pun yang menyatakannya. Karena perbedaan pendapat di kalangan mereka adalah pada: apakah yang utama adalah menambahkannya atau tidak? Tidak ada seorang ulama pun yang menyatakan bahwa jika ucapan Basmalah itu ditambahi, maka wudhunya tidak sah.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/225088

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here