Hukum Tidak Puasa Karena Bekerja Di Cuaca yang Panas

  • 2 min read
  • May 31, 2018

Soal:

Saya melakukan pekerjaan yang sangat berat, yaitu membangun bangunan. Ketika bulan Ramadhan telah tiba, kami berpuasa pada hari pertama bulan Ramadhan dan hari kedua, kemudian kami semua tidak berpuasa pada hari yang tersisa dari bulan tersebut.

Apakah hukumnya yang kami lakukan tersebut?

Sebagai informasi bahwa ketika datang Ramadhan berikutnya, saya berpuasa, namun saya belum mengqadha’ apa yang telah luput dariku pada Ramadhan yang lalu? Mohon berikanlah penjelasan kepada kami, semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan.

Jawaban:

Yang seperti ini diharamkan dan tidak diperbolehkan bagi Anda, karena berpuasa merupakan salah satu rukun Islam yang lima. Allah Ta’ala telah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. (al-Baqarah: 183)

Maka apakah alasan Anda di hadapan Allah Ta’ala? Apabila Anda berdiri di hadapan-Nya pada hari kiamat? Padahal Allah telah memberikan kesehatan dan kesejahteraan bagimu. Dan dengan semua hal ini Anda tidak melaksanakan perintah-Nya dan tidak mengamalkan ayat-ayat-Nya, padahal Allah ‘Azza Wa Jalla telah berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya:

“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.  (al-Baqarah :183)

Firman-Nya “telah diwajibkan atas kalian” maknanya telah diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. Maka Allah menjadikan takwa sebagai tujuan dari berpuasa, dan berpuasa merupakan sarana untuk memperoleh ketakwaan.

Maka diharamkan bagi Anda untuk melakukan perbuatan itu (meninggalkan puasa), dan Anda harus segera bertaubat, memohon ampun, serta menyesali apa yang telah luput.

Adapun bahwa Anda bekerja, maka hal ini tidak bisa dijadikan alasan, dan mungkin saja bagi Anda untuk bekerja di malam hari. Dan apabila Anda tidak sanggup melakukan itu, maka tinggalkan pekerjaan Anda, karena tidak ada hal yang bisa dihukumi darurat dalam pekerjaan Anda. Anda meninggalkan pekerjaan itu sampai berakhirnya bulan Ramadhan, atau Anda melakukan pekerjaan yang ringan yang Anda mampu berpuasa dengannya.

Adapun Anda tidak berpuasa karena alasan bekerja, maka perkara ini tidak dibolehkan, dan apabila Anda memiliki kewajiban mengqadha’ beberapa hari dari Ramadhan yang lalu, kemudian telah tiba Ramadhan berikutnya, maka wajib atasmu qadha’ disertai memberi makan; dimana Anda memberi makan untuk tiap hari (dimana Anda tidak berpuasa) sebanyak 1 mud gandum atau setengah sha dari jenis makanan lainnya.

Anda juga tidak boleh mengulangi lagi perbuatan semacam ini, dan mohon ampunlah kepada Allah, selalulah ingat hari dimana Anda berdiri di hadapan Allah Jalla Wa ‘Ala dan juga ingatlah dengan perhitungan-Nya Jalla Wa ‘Ala bagimu, semoga Allah memberi kami dan Anda taufik untuk mengerjakan apa yang Ia cintai dan ridhai.

Wallaahu a’lam.

Link : https://islamqa.info/ar/11539