Jika Tidak Menemukan Orang Miskin Untuk Membayar Fidyah

  • 2 min read
  • May 15, 2018

Soal:

Saya seorang wanita yang ditimpa penyakit menahun, dan dokter menasehatiku untuk tidak berpuasa. Tapi saya belum mendapati orang miskin untuk diberi makan, bisakah saya mengeluarkannya dalam bentuk infak?

Jawaban:

Kami memohon kepada Allah agar Ia melimpahkan anugerah kesembuhan kepada Anda dan menjadikan penyakit Anda ini sebagai penghapus dosamu dan mengangkat derajatmu di akhirat kelak.

Adapun orang yang ditimpa penyakit menahun dan ia tidak sanggup berpuasa dan mengqadha’nya, maka tidak ada kewajiban puasa atasnya, dan wajib atasmu memberi makan satu orang miskin untuk satu hari, berdasarkan firman Allah:

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ 

Artinya:

 “Dan untuk orang yang tidak mampu berpuasa, maka mengeluarkan fidyah dengan memberi makan orang miskin.” (al-Baqarah :184).

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata:

“Ayat ini tidaklah dimansukh (dihapus), akan tetapi yang dimaksud dalam ayat ini yaitu laki-laki yang telah lanjut usia dan perempuan yang telah lanjut usia, yang tidak mampu berpuasa, maka mereka memberi makan satu orang miskin sebagai pengganti satu hari (yang ditinggalkan).” (Diriwayatkan oleh al-Bukhary no. 4505).

Adapun orang yang mengalami penyakit yang tidak mungkin sembuh, maka hukumnya seperti orang yang telah lanjut usia.

Berkata Ibnu Qudamah rahimahullaah:

“Orang yang mengalami penyakit yang tidak mungkin sembuh, dia berbuka (tidak berpuasa) dan memberi makan satu orang miskin untuk satu hari yang dia tinggalkan. Karena dia seperti orang yang telah lanjut usia.” (Lih: al-Mughny 4/396).

Dan negara-negara muslim dipenuhi oleh orang fakir dan miskin yang tidak mampu mencukupi kebutuhannya dan kebutuhan keluarganya. Kalaupun sekiranya keberadaan orang miskin jarang di sebagian negara, maka akan ditemukan yayasan-yayasan sosial dan sedekah yang dapat membantu menyalurkan zakat dan sedekahnya kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

Jika memang ia tidak mendapati orang miskin untuk diberi makan, maka bagaimana mungkin Anda dapat menyalurkan uang yang setara dengan makanan? Kepada siapa ia akan memberikannya?

Ini berarti tetap ada orang miskin. ‘Ala kulli hal, Anda tetap berkewajiban mengerahkan usaha dalam mencari orang fakir dan miskin di tempat Anda. Bila Anda tidak menemukannya, anda dapat mewakilkan kepada orang yang terpercaya dengan agamanya untuk menyalurkan makanan tersebut kepada yang berhak menerimanya.

Perlu diketahui bahwa tidak diperbolehkan membayar dengan uang –sebesar apapun– sebagai pengganti fidyah yang wajib atas Anda. Karena Allah telah mewajibkan kepada Anda memberi makan orang miskin, dan tidak mewajibkan membayar dengan uang. Allah Ta’ala berfirman:

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ

Artinya:

“Dan bagi orang yang tidak mampu berpuasa, membayar fidyah dengan memberi makan orang miskin.” (al-Baqarah :184).

Wallaahu a’lam

Link : https://islamqa.info/ar/66822