Kapan Shalat Tarawih Dimulai?

0
68

Soal:

Kapan kita memulai shalat tarawih: apakah di malam hari pertama bulan Ramadhan (di malam awal melihat rukyat atau tanggal 30 Sya’ban), atau setelah shalat Isya di hari pertama bulan Ramadhan (puasa terlebih dahulu di siang harinya)?

Jawaban:

Seorang muslim disyariatkan agar mulai mengerjakan shalat tarawih setelah shalat Isya di malam pertama bulan Ramadhan, yaitu di malam saat pertama kali melihat hilal, atau saat kaum muslimin menggenapkan bilangan bulan Sya’ban, yaitu di hari ke-30.

Begitu pula dengan akhir bulan Ramadhan, tidak perlu shalat tarawih lagi jika sudah ditetapkan akhir dari bulan Ramadhan melalui rukyat hilal ‘Idul Fithri, atau sudah genap bilangan bulan Ramadhan, yaitu hari ke-30.

Maka jelaslah, bahwa shalat tarawih tidak didahului puasa di siang harinya, tetapi dimulai kalau sudah masuk bulan semenjak malam harinya, dan terakhir di hari akhir bulan Ramadhan.

Siapaun tidak boleh mengatakan, bahwa shalat tarawih shalat sunnah mutlak biasa, sehingga seseorang boleh mengerjakannya di malam kapanpun secara berjamaah; karena shalat tarawih hanya dikerjakan di bulan Ramadhan, dan bagi yang mengerjakannya akan diberikan pahala atas amalan shalat tarrawihnya tersebut.

Shalat tarawih berjamaah di bulan tersebut statusnya tidak sama dengan shalat jamaah pada umumnya, sehingga seseorang dibolehkan untuk mengerjakannya secara berjamaah setiap malam, boleh diumumkan dan memoivasi orang lainnya, lain halnya dengan shalat yang dilaksanakan di luar bulan itu, sebab shalat tersebut tidak disunnahkan secara berjamaah, kecuali jika tidak ada unsur kesengajaan merutinkannya, atau sekedar motivasi, atau pembelajaran, maka sesekali boleh dilaksanakan namun dilarang merutinkannya.

Syekh Muhammad Shalih al-‘Utsaimin –Rahimahullah– menjelaskan:

“Shalat tarawih di luar bulan Ramadhan adalah bid’ah, jika ada sekelompok orang hendak mengerjakan shalat malam secara berjamaah di masjid di luar bulan Ramadhan, maka ini termasuk bid’ah.

Namun tidak masalah, bila ada seseorang, sesekali ia hendak mengerjakan shalat malam di luar bulan Ramadhan secara berjamaah di rumahnya; sebab hal tersebut pernah dilakukan oleh Rasul –Shallallahu ‘alaihi wasallam-: “Beliau pernah shalat berjamaah dengan Ibnu Abbas, pernah pula dengan Ibnu Mas’ud, atau dengan Hudzaifah bin al-Yaman di rumahnya”, namun beliau tidak merutinkannya dan tidak juga dilaksanakan di masjid.” (Lih: al-Syarh al-Mumti’ (4/60-61)

Hal yang wajib diperhatikan ialah bagi yang sudah shalat tarawih sebelum ada kabar penetapan masuknya bulan Ramadhan, maka statusnya seperti orang yang shalat sebelum masuk waktunya, sehingga tidak tercatat sebagai amalan berpahala, dan jika dilakukan dengan sengaja, maka ia berdosa.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/50547

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here