Mana Yang Harus Didahulukan: Membeli Liang Lahat atau Berumrah?

  • 2 min read
  • Aug 16, 2018
Lahat

Soal:

Saya mempunyai sejumlah uang yang cukup untuk melakukan 1 hal saja: menunaikan umrah atau memberi liang lahat sebagai persiapan jika saya meninggal dunia. Manakah yang lebih utama didahulukan? Wa jazakumuLlah khairan.

Jawaban:

Membeli liang lahat sebagai persiapan untuk penguburan kita setelah meninggal dunia adalah perkara yang mubah. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ahmad:

“Tidak mengapa jika seseorang membeli tempat untuk liang kuburnya, lalu berwasiat untuk dikuburkan di situ. Hal itu dilakukan oleh Utsman bin ‘Affan, ‘Aisyah dan Umar bin ‘Abd al-‘Aziz radhiyallahu ‘anhum.” (Lih: al-Mughni, 3/443)

Hal itu semakin kuat pensyariatannya jika seseorang bermukim di negeri yang minim tanah pekuburannya, atau orang-orang bersikap kikir untuk itu, sebagaimana terjadi di beberapa negara, atau di sana tidak pekuburan yang diwakafkan untuk orang-orang yang membutuhkan.

Namun meskipun hal ini dibolehkan, tapi ia tidak termasuk hal-hal yang dianjurkan dan disunnahkan untuk dikerjakan oleh seseorang. Karena seseorang di dunia ini tidak ada yang mengetahui kapan ajalnya tiba, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَداً ، وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوت

“Dan satu jiwa tidak ada yang mengetahui apa yang (akan) dilakukannya esok. Dan satu jiwa tidak mengetahui di bumi mana ia akan mati.”

Dan tidak diragukan bahwa mendahulukan umrah lebih utama dan prioritas daripada membeli liang kubur, karena Syariat sangat menganjurkan dan mendorong untuk memperbanyaknya. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ ، فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ ، كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

“Ikutkanlah antara haji dan umrah, karena keduanya itu akan menghapuskan kefakiran dan dosa, seperti api menghapuskan kotoran pada besi.” (HR. Al-Nasa’i no. 2630, dan dishahihkan oleh Syekh al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah no. 1200)

Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا

“Satu umrah kepada umrah lainnya itu menjadi penghapus dosa yang ada di antara keduanya.” (HR. Al-Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349)

Apalagi hal itu diikuti dengan keutamaan mengerjakan shalat di Masjidil Haram, melakukan thawaf di Baitullah dan menyaksikan tempat-tempat yang suci, yang tidak perlu lagi dibandingkan antara melakukan umrah atau membeli liang kubur!

Dan bila Anda belum pernah melakukan umrah sebelumnya, maka Anda wajib mendahulukan umrah, karena umrah (berdasarkan pendapat yang paling kuat) wajib dikerjakan, sebagaimana haji. Anda tidak boleh menundanya (hanya) untuk membeli liang kubur atau yang lainnya.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/148121