Membatalkan Puasa Pada Hari Dimana Ia Berniat Pulang Ke Negerinya

0
78

Pertanyaan:

Saya telah bepergian dari kota saya setelah shalat isya. Saya juga harus pulang pada hari itu juga, dimana saya sampai di tempat tujuan kira-kira setelah shalat fajar. Saya juga telah menyampaikan kepada mereka untuk membangunkan saya di waktu zhuhur, sebab saya telah berniat untuk kembali pada keluarga. Saya pun bangun lalu melaksanakan shalat zhuhur. Mereka kemudian menyiapkan saya makan siang dan saya pun memakannya lalu berangkat pulang. Apa hukum dalam masalah ini?

Jawaban:

Tampaknya Anda bertanya tentang hukum berbuka puasa pada hari tersebut di bulan Ramadhan. Dan yang tampak dari pertanyaan Anda pula adalah jarak antara kota Anda menetap dengan kota bepergian Anda sangat jauh, sebab bepergian yang Anda lakukan menghabiskan waktu beberapa jam untuk melakukan bepergian.

Maka jarak seperti ini dianggap sebagai bepergian, sedangkan seorang musafir boleh untuk tidak berpuasa pada siang hari di bulan Ramadhan. Yang wajib bagi Anda adalah mengqadha’ hari yang Anda batalkan ini, berdasarkan firman Allah Azza wa Jalla:

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain”. (QS. Al-Baqarah: 184)

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/38933

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here