Mengkonsumsi Pil Penunda Haid agar Dapat Beri’tikaf

0
88

Pertanyaan:

Saya ingin melakukan i’tikaf dan ini merupakan kali ketiganya bagiku. Sedangkan perkiraan datangnya waktu haidku pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Saya mempunyai pil yang dapat menahan haid, sebelumnya saya pernah mengkonsumsinya ketika i’tikafku yang pertama kali yaitu saat waktu haidku bersamaan dengan hari i’tikaf tersebut. Akan tetapi saat ini saya khawatir mengkonsumsinya dikarenakan saya mengidap tumor dan sedang menjalani pengobatan kimia.

Sejak divonis mengidap penyakit tumor, saya membulatkan niatku semoga Allah menyembuhkanku dan saya ingin melakukan i’tikaf. Apa yang seharusnya saya lakukan?

Apakah saya harus berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu agar saya tahu apakah pil penahan haid tersebut berdampak buruk bagi diriku atau tidak, kemudian saya baru beri’tikaf?

Jawaban:

Pertama, kami memohon kepada Allah Ta’ala agar memberikan anda kesembuhan dan kesehatan serta keselamatan terus-menerus dalam agama, di dunia dan di akhirat kelak.

Kedua, dibolehkan mengkonsumsi pil pencegah haid agar memungkinkan melaksanakan ibadah seperti i’tikaf, umrah dan haji akan tetapi dengan syarat tidak membahayakan badan.

Selagi anda mengeluhkan sakit sebagaimana yang anda sebutkan, maka anda harus berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi pil tersebut. Itu untuk memastikan tidak ada kontradiksi dalam pengobatan anda dan tidak berdampak negatif bagi tubuh anda. Seorang muslim diperintahkan menjaga tubuhnya dan tidak boleh membahayakannya.

Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَلا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

“Dan janganlah kalian membunuh diri kalian; sesungguhnya Allah Maha Penyayang terhadap kalian.” (QS. An-Nisaa: 29)

Dan firman-Nya:

وَلا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kalian menjatuhkan diri kalian sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)

Dan sabda Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam:

لا ضَرَرَ وَلا ضِرَارَ

“Tidak (boleh) menyakiti dan tersakiti.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, no.  2341 dan dinyatakan shahih oleh al-Albany dalam Shahih Ibnu Majah)

Dalam kitab al-Adab al-Syar’iyyah (2/463), disebutkan:

“Diharamkan berobat dengan segala yang membahayakan.”

Dengan demikian, jika pil tersebut berbahaya (bagi tubuh anda), maka anda tidak diperbolehkan mengkonsumsinya. Anda bisa saja memulai beri’tikaf dan ketika anda mendapatkan haid, maka anda harus keluar dari masjid dan memutuskan i’tikaf. Karena anda memiliki udzur untuk menghentikannya, bahkan menjadi keharusan bagi anda. Karena orang haid tidak dibolehkan tinggal di dalam masjid. Adapun jika tidak berdampak negatif bagi anda, maka tidak mengapa mengkonsumsinya.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/93018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here