Meninggal Dunia Dengan Hutang Puasa 2 Hari

0
93

Pertanyaan:

Ayah saya meninggal dunia karena sakit dalam keadaan memiliki utang puasa sebanyak 2 hari, pada tahun yang lalu yang merupakan tahun kematiannya. Ia meninggal pada bulan syawal. Dia pernah mengatakan bahwa ia akan memberi makan selama 2 hari.

Apa hukum perbuatan ini dan apa yang wajib bagi kami?

Apakah kami harus berpuasa dan memberi makan untuknya atau kami cukup memberi makan saja? Sebab kami tidak mengetahui apakah ia sudah memberi makan atau ia telah berpuasa. Dahulu ia menderita penyakit diabetes, sehingga berpuasa sangat berat bagi beliau.

Jawaban:

Jika ayah kalian mampu mengqadha’ puasanya yang ia tinggalkan pada bulan Ramadhan yang lalu, lalu ia memudah-mudahkannya hingga masuk Ramadhan berikutnya, dimana ia meninggal dunia pada tahun itu, maka yang terbaik bagi kalian adalah berpuasa untuknya selama 2 hari yang ia tinggalkan itu. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ صِيَامٌ صَامَ عَنْهُ وَلِيُّهُ

“Siapa yang meninggal dunia dalam keadaan memiliki utang puasa, maka walinya yang berpuasa untuknya.” (Muttafaq ‘alaihi)

Jika kalian ingin memberikan makanan kepada orang miskin sebanyak 1 sha’ yang menyamai 3 kg dari makanan pokok negeri, maka itu sudah cukup untuk kalian.

Adapun jika sebelum Ramadhan beliau memang tidak bisa mengqadha’ 2 hari puasa itu, maka tidak perlu diqadha’ dan tidak perlu memberikan makanan kepada orang miskin, karena ia tidak memudah-mudahkan masalah ini. (Lih: Fatawa Lajnah Daimah Majmu’ah Tsaniah: 9/261)

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/130283

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here