Muntah yang Masuk Kembali, Apakah Membatalkan Puasa?

0
122

Pertanyaan :

Saya sedang hamil dan memasuki bulan kedua, saya sering mengalami muntah sepanjang bulan Ramadhan. Terkadang saya mengalami muntah pada saat hampir memasuki waktu maghrib, dan terkadang juga saya merasakan sebagian dari muntah itu kembali ke kerongkongan.

Bagaimana hukum dalam permasalahan ini?

Jawaban :

Pertama:

Tidak ada perbedaan pendapat diantara para ulama bahwa muntah dengan sengaja termasuk pembatal-pembatal puasa, dan apabila ia muntah (tanpa sengaja) maka hal ini tidak membatalkan puasa.

Disebutkan oleh Al-Khatthaby dan Ibnu Al-Mundzir.  Lihat Al-Mughny (4/368).

Dalil yang menunjukkan hal ini apa yang diriwayatkan oleh al-Tirmidzy (720) dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang muntah (dalam keadaan berpuasa) maka tidak ada kewajiban qadha’ atasnya dan barangsiapa yang muntah dengan sengaja maka hendaklah ia mengqadha’nya.(Dishahihkan oleh al-Albany dalam Shahih Al-Tirmidzy).

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam “al-Fatawa” (25/266):

“Adapun muntah: jika ia sengaja muntah, maka puasanya batal. Dan apabila ia muntah (tanpa disengaja) maka puasanya tidaklah batal.”

Syaikh Ibn Baz ditanya tentang hukum muntah tanpa disengaja dalam keadaan berpuasa, apakah ia wajib mengqodho’ hari (puasa) tersebut?

Maka beliau menjawab:

“Tidak ada kewajiban qodha’ atasnya. Adapun apabila ia sengaja memaksa dirinya untuk muntah, maka wajib atasnya qadha’.” Beliau berdalilkan dengan hadits di atas.

Syaikh Ibn ‘Utsaimin ditanya dalam “Fatawa Al-Shiyam” (hal. 231) tentang muntah di bulan Ramadhan, apakah membatalkan puasa?

Maka beliau menjawab:

“Apabila seseorang muntah dengan sengaja, maka puasanya batal. Apabila ia muntah tanpa disengaja, maka puasanya tidaklah batal. Dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu.” Beliau juga melandaskan hadits di atas.

Apabila Anda muntah tanpa disengaja, maka puasa Anda tidaklah batal.

Seandainya seseorang merasa lambungnya mual dan akan keluar apa yang ada di dalamnya; apakah kita katakan kepadanya: Anda wajib menahannya (agar tidak keluar)? Tentu tidak. Atau Anda harus menahannya (agar tidak keluar)? Tentu tidak.

Tapi berdirilah seperti biasa, dan janganlah engkau memaksanya  keluar dan jangan pula engkau menahannya. karena ketika engkau memaksanya keluar puasamu akan batal dan apabila engkau menahannya itu akan membahayakan. Jadi biarkan saja, apabila ia keluar tanpa engkau memaksanya, maka itu tidak mengandung mudharat dan puasamu tidaklah batal.

Kedua:

Apabila sebagian dari muntah kembali ke lambung tanpa disengaja, maka puasanya tetaplah sah, karena ia (muntah) kembali tanpa kehendaknya.

 

Link : https://islamqa.info/ar/38579

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here