Pasien Ini Memang Dilarang Mengkonsumsi Makanan Karena Sakit yang Diderita, Apakah Dia Tetap Wajib Berpuasa?

0
76

Soal:

Saya pernah menjalani operasi bedah, saat itu saya dilarang minum selama tiga hari berturut turut. Lalu Dokter membolehkan saya untuk mengkonsumsi air dan sari buah saja selama tiga hari berikutnya. Kebetulan hari setelah itu langsung masuk hari pertama bulan Ramadhan. Dokter sudah meminta saya untuk mulai bisa mengkonsumsi makanan padat di hari pertama bulan Ramadhan itu. Di hari pertama itu saya memang tidak puasa karena sangat lapar. Tidak kuat berpuasa. Dan di hari kedua kemungkinan besar saya juga akan meninggalkan puasa lagi. Apakah ini boleh?

Jawaban:

Nampaknya, anda memang memiliki udzur yang syar’i untuk tidak berpuasa. Karena anda masih dalam kondisi sakit. Allah sendiri telah menggugurkan kewajiban puasa bagi orang yang tengah sakit. Sebagaimana dalam kalam-Nya,

فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Maka siapa saja yang tengah sakit atau sedang melakukan perjalanan jauh hendaknya dia mengganti sejumlah (hari yang ditinggalkannya) itu (untuk dilaksanakan puasa) ada hari-hari lainnya.” (al-Baqarah (2):184)

Tampaknya, anda memang boleh meninggalkan puasa di tanggal satu dan dua bulan ramadhan itu dengan udzur sakit. Yang wajib bagi anda adalah melaksanakan qadha’ untuk dua hari tersebut, yaitu anda lakukan puasa sejumlah itu di luar bulan Ramadhan nanti. Boleh dilaksanakan secara berturut-turut maupun secara terpisah  sesuai kesempatan dan kemampuan yang ada. Tentu saja jika bisa diqadha’ segera setelah bulan Ramadhan berakhir, hal itu lebih utama.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/50488

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here