Pertanyaan dari Seorang Nasrani tentang Bulan Ramadhan

0
81

Pertanyaan:

Apa saja yang kalian lakukan selama bulan Ramadhan?

Jawaban:

Allah Ta’ala sudah mengkhususkan bulan Ramadhan dengan banyak keistimewaan dan keutamaan yang tidak ada di bulan-bulan yang lain, tidak heran jika ia disebut sebagai penghulu segala bulan. Dan sudah menjadi hak Allah untuk mengistimewakan sebagian bulan atas bulan-bulan yang lain dan mengutamakan sebagian malam atas malam-malam yang lain. Allah berfirman:

وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ (القصص:68)

“Dan Tuhanmu menciptakan dan memilih apa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Qashash, 28:68).

Di antara keistimewaan bulan Ramadhan adalah adanya malam kemuliaan (Lailat al-Qadr) yang digambarkan Allah dengan firmanNya:

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (القدر:3)

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr, 97:3).

Maksudnya adalah bahwa ibadah yang dikerjakan pada malam tersebut lebih banyak pahalanya dari ibadah yang dilakukan selama 1000 bulan, dan hal ini menunjukkan besarnya karunia Allah kepada umat Islam.

Lailat al-Qadr sendiri terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, oleh karena itu umat Islam biasanya menjadi lebih giat beribadah pada sepuluh malam tersebut dengan harapan mendapatkan Lailat al-Qadryang penuh keberkahan.

Adapun kegiatan yang kami lakukan sebagai umat Islam di bulan Ramadhan terkonsentrasi pada aktifitas mendekatkan diri kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Dan Allah telah mensyariatkan berbagai macam ibadah yang bisa dijadikan sebagai perantara untuk mendekatkan diri kepadaNya, yang di antaranya adalah:

  1. Puasa

Puasa diartikan sebagai aktifitas menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami istri (jima’) dan segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Sebenarnya, bukan kami saja yang diperintahkan untuk berpuasa akan tetapi umat-umat terdahulu juga diperintahkan untuk menjalankannya sebagaimana firman AllahTa’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (البقرة:183)

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (QS. al-Baqarah, 2:183).

  1. Memperbanyak shalat malam (shalat tarawih).

Shalat malam memiliki dampak menakjubkan dalam proses perbaikan dan penyucian jiwa, sekaligus sebagai faktor penting dalam usaha menghapus dosa.

  1. Membaca al-Qur’an.

Bulan Ramadhan disebut juga bulan al-Qur’an, karena pada bulan ini al-Qur’an mulai diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallah ‘alaih wa sallam, oleh karena itu anda akan mendapati kaum muslimin berlomba-lomba untuk menyelesaikan (khatm) bacaan al-Qur’an pada bulan Ramadhan, ada yang bisa menyelesaikannya sekali, ada yang bisa dua kali, bahkan tidak sedikit yang menyelesaikannya lebih dari itu. Hal itu karena mereka mengetahui bahwa membaca satu huruf yang ada pada al-Qur’an bernilai sepuluh kebaikan, dan membaca satu halaman al-Qur’an berarti bernilai ribuan kebaikan.

  1. Bersedekah dan berbagi makanan.

Dahulu, Nabi Muhammad shallallah ‘alaih wa sallam dikenal sebagai orang yang paling dermawan, dan beliau akan menjadi lebih dermawan ketika berada di bulan Ramadhan. Beliau juga menganjurkan kami untuk berbagi makanan dan memberikan hidangan berbuka kepada mereka yang sedang berpuasa bahkan menjadikan pahala orang yang melakukan hal tersebut sama dengan pahala orang yang berpuasa tanpa berkurang sedikitpun.

  1. Berdo’a

Ramadhan adalah bulan doa, dan doa orang yang sedang berpuasa mudah dikabulkan (mustajab) oleh Allah, selain itu doa orang yang sedang berbuka puasa tidak akan tertolak.

  1. I’tikaf.

I’tikaf artinya berdiam di masjid untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Aktifitas ini disunnahkan untuk dilaksanakan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sebagai salah satu sarana mendapatkan Lailat al-Qadr.

  1. Membayar zakat fitrah.

Allah mewajibkan kaum muslimin untuk membayar zakat fitrah di penghujung bulan Ramadhan. Zakat ini bertujuan untuk membersihkan diri orang yang berpuasa karena melakukan perbuatan sia-sia atau berkata kotor selama pelaksanaan puasa, juga untuk memberikan makanan dan santunan bagi orang-orang miskin.

Zakat fitrah wajib ditunaikan oleh semua orang Islam, baik anak-anak, orang dewasa, laki-laki maupun perempuan. Ibadah ini menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan sifat kasih sayang antar sesama sekaligus menguatkan persatuan dan kesatuan umat Islam.

  1. Shalat ‘id.

Shalat ‘id menjadi penutup dari rangkaian amal kebaikan umat Islam selama bulan Ramadhan sekaligus menjadi sarana berkumpul untuk mengungkapkan rasa bahagia dan suka cita serta rasa syukur kepada Allah Ta’ala.

Dari pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa seorang muslim yang diberi taufik oleh Allah menghabiskan waktu bulan Ramadhan dengan berbagai macam rangkaian ibadah seperti puasa, shalat, qiyam al-lail, dzikir, dan tilawah al-Qur’an, kemudian ditutup dengan i’tikaf dan zakat tanpa melupakan silaturahmi, saling bertukar kebaikan, memperbanyak sedekah di jalan Allah dan lain sebagainya.

Maka bulan Ramadhan menjadi musim kebaikan baginya di mana dia bisa membekali diri dengan beragam ketaatan dan menjauhkan diri dari segala dosa dan keburukan. Pada setiap malam bulan Ramadhan, Allah membebaskan banyak manusia dari api neraka, mengampuni keburukan dan kesalahan mereka.

Oleh karena itu, bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dicintai oleh umat Islam. Dan di bulan ini mereka juga merasakan kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman, sehingga mereka pun berangan-angan andai sepanjang tahun adalah bulan Ramadhan.

Barangkali anda bisa mengunjungi beberapa pusat keislaman agar anda bisa merasakan sendiri kebahagiaan yang dirasakan oleh umat Islam pada bulan Ramadhan, baik mereka yang masih anak-anak maupun orang dewasa. Dan inilah efek dari ketaatan dan ibadah sebagaiman yang sudah disebutkan sebelumnya.

Semoga Allah memberikan hidayah Islam kepada anda, karena hanya padanya kebaikan dan kebahagiaan anda di dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/65517

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here