Ragu Terhadap Ayat 39 Dalam Surah Yasin Tentang Bulan

  • 3 min read
  • May 15, 2018

Pertanyaan:

Saya mulai memiliki kecenderungan kepada Islam, dan sejak tahun 1994 saya mulai membaca al-Qur’an dan hadits Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Saya sangat merasakan kepuasan rohani dalam Islam. Dan saya akan segera belajar, karena saya berencana untuk masuk Islam.

Namun saya kurang yakin akan makna ayat di surat Yasin, kami mohon Anda dapat membantu, yaitu dalam ayat  39, Firman-Nya,

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ

“Dan bulan telah Kami tetapkan tempat-tempatnya…”

Saya sangat mengapresiasi bantuan Anda, dan saya berdoa kepada Allah agar Dia memberi hidayah dan menjaga Anda, dan memberi berkah atas bantuan yang Anda berikan kepada banyak orang di seluruh dunia lewat jawaban Anda.

Jawaban:

Pertama, saya ingin memberikan ucapan selamat kepada Anda atas penerimaan Anda terhadap kebenaran agama Islam. Bahwa ia adalah satu-satunya agama yang memenuhi kebutuhan jiwa dan mendatangkan ketenangan serta kebahagiaan. Tampak dari redaksi pertanyaan Anda pengaruh yang sangat jelas dari apa yang telah Anda baca tentang Islam. Bahkan, jika Anda tidak memberitahukan kepada kami bahwa Anda beragama apa, mungkin kami menyangka bahwa Anda adalah seorang wanita muslimah dari pertanyaan yang Anda gunakan.

Nasihat terpenting yang ingin kami sampaikan kepada Anda adalah begegaslah masuk Islam secepat mungkin dan jangan ditunda-tunda. Jika telah jelas bagi seseorang  akan hakekat ini, kenapa mesti menunda masuk Islam?

Ada hal lain yang perlu kami ingatkan, sebagian orang yang ingin masuk Islam, menunda masuk Islam sampai mereka belajar beberapa hal seputar agama, seperti tata cara shalat atau semisal itu. Mereka mengira bahwa tidak layak masuk Islam sebelum mempelajarinya. Hal seperti ini tidak benar. Karena jika telah jelas kebenaran agama ini bagi seseorang, maka dia harus langsung memeluknya, kemudian setelah itu barulah belajar al-Qur’an dan al-Sunnah dan mendalami agama. Sehingga dia dapat belajar secara bertahap untuk mendapatkan ilmu dan beramal sesuai dengan kekuatan dan kemampuannya.

Karena seseorang tidak mengetahui kapan datangnya kematian. Kalau dia bertemu dengan Allah tanpa memeluk agama Islam, maka dia termasuk orang-orang yang celaka. Kemudian seseorang tidak akan ditulis baginya kebaikan kecuali kalau dia telah masuk agama ini. Maka akan terlewatkan banyak kebaikan dan manfaat darinya kalau dia menunda keislamnya. Padahal waktu yang terlewatkan tidak akan dapat kembali lagi.

Kita kembali lagi ke pertanyaan Anda terkait makna ayat 39 di Surat Yasin, dalam ayat ini Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman,

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ

“Dan bulan telah kami tetapkan tempat-tempatnya.”

Maksudnya adalah bahwa Allah telah jadikan bulan itu berjalan pada garis edarnya sehingga menjadi petunjuk telah berlalunya bulan-bulan, sebagaimana melalui matahari dapat diketahui malam dan siang.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الأهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ

“Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah, “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji.” (QS. Al-Baqarah: 189).

Dan Firman-Nya,

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُوراً وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ

“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu).” (QS. Yunus: 5)

Maka Allah telah ciptakan sinar khusus untuk matahari dan cahaya khusus untuk bulan. Dan ada perbedaan orbit antara matahari dan bulan. Matahari terbit setiap hari dan terbenam di akhir waktu dengan satu sinar, akan tetapi dia berpindah-pindah tempat terbit dan terbenamnya pada waktu musim panas dan dingin. Karena itu, pada musim tersebut waktu siang menjadi panjang dan waktu malamnya menjadi pendek. Kemudian di lain waktu, waktu malamnya panjang sedangkan  waktu siangnya pendek. Wilayah  kekuasaannya berada pada siang hari, maka ia termasuk bintang di siang hari.

Adapun bulan, telah ditetapkan tempat orbitnya. Muncul pada permulaan malam bulan Hijriyah dengan cahaya  yang sangat sedikit. Kemudian cahayanya bertambah pada malam berikutnya dan semakin meninggi tempatnya. Kemudian setiap kali bertambah tinggi, bertambah pula cahayanya. Meskipun cahayanya didapatkan dari matahari, sampai sempurna cahayanya di malam empat belas bulan purnama. Kemudian mulai berkurang (cahanya) sampai akhir bulan sehingga seperti  tandan tua.

Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata, “Ini adalah asal tandan.”

Mujahid berkata, “Al-Urjunil Qadim adalah tandan kering.”

Maksud Ibnu Abbas radhiyallahu anhumaadalah asal tandan yang berasal dari tandan basah ketika menggantung, lalu kering kemudian melengkung. (Lihat: Tafsir Ibnu Katsir).

Menyamakan kondisi bulan di akhir bulan dengan tandan mengandung nilai sastra yang tinggi dan indah. Menunjukkan pilihan kata yang sangat teliti dan tepat dalam memberikan perumpamaan.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/1084