Seputar Pembayaran Kafarat

  • 2 min read
  • May 15, 2018

Soal:

Saya wajib memberi makan 20 orang miskin. Saya ingin mengetahui: apakah saya wajib memberi makan 20 orang yang telah baligh ataukah diperbolehkan adanya anak-anak kecil diantara 20 orang miskin tersebut? Dan apakah patokannya hanya memberi makan 20 orang tanpa memperhatikan biayanya, ataukah biaya pemberian makan harus sesuai dengan biaya yang biasa saya keluarkan di negeri saya?

Di tempat saya tampaknya semua orang sudah mendapatkan penghidupan yang cukup, namun saya mengenal seseorang yang bekerja di salah satu yayasan sosial yang memberikan bantuan kepada kaum muslimin di Bangladesh, tetapi biaya memberi makan dua puluh orang miskin disana sangatlah murah. Bagaimana pandangan Anda?

Jawaban:

Pertama:

Tidak ada persyaratan terkait orang miskin yang diberikan makan pada kafarat sumpah, karena yang penting adalah bahwa orang yang diberi makan memiliki sifat miskin. Apabila ada anak kecil miskin yang tidak memiliki biaya yang mencukupinya, dan walinya juga fakir, maka dalam keadaan ini, diperbolehkan memberi makan kepadanya dari kafarat.

Kedua:

Ukuran pemberian makanan pada kafarat sumpah telah dijelaskan dalam al-Qur’an, bahwasanya ia dikeluarkan dari makanan yang biasa dikonsumsi oleh orang yang bersumpah.

Allah Ta’ala berfirman:

فَكَفَّارَتُهُ إِطْعَامُ عَشَرَةِ مَسَاكِينَ مِنْ أَوْسَطِ مَا تُطْعِمُونَ أَهْلِيكُمْ

Artinya:

“Maka kafaratnya (sumpah) adalah memberi makan sepuluh orang miskin yaitu dari makanan (pertengahan) yang biasa kalian berikan kepada keluarga kalian. (al-Maidah: 89)

Al-Syaukany rahimahullaahu mengatakan:

“Yang dimaksud dengan pertengahan disini adalah pertengahan antara sikap berlebih-lebihan dan kikir, bukan yang paling baik; sebagaimana disebutkan di tempat yang lain: yaitu memberi mereka makanan pertengahan dari yang biasa kalian berikan kepada keluarga kalian, dan tidak diwajibkan atas kalian memberikan mereka apa yang paling baik, dan tidak diperbolehkan bagi kalian memberi mereka (makanan jenis) yang paling rendah. Yang tampak (dari ayat ini) adalah cukup memberi mereka makan sampai mereka kenyang.” (Lihat: Fathu al-Qadir hal. 391).

Anda harus bersungguh-sungguh dalam penyaluran kafarat dan zakat Anda kepada orang-orang fakir yang berada di negeri tempat Anda tinggal.

Dan apabila Anda tidak mengetahui siapa yang berhak mendapatkannya (kafarat dan zakat) dari kalangan orang-orang fakir muslim di negeri Anda, dan ada yang lebih membutuhkan dari kalangan orang-orang fakir muslim di negeri lain, maka tidak mengapa menyalurkan kafarat dan zakat Anda kepada mereka, ataukah Anda mewakilkannya kepada orang yang terpercaya agar bisa menyalurkannya kepada mereka.

Apabila Anda telah melakukan hal itu, maka Anda telah melaksanakan kewajiban kafarat, dan tidak ada pengaruhnya perbedaan harga makanan karena sebab perbedaan negeri, karena yang wajib dalam kafarat adalah memberi mereka makanan atau menyalurkannya kepada mereka, bukan nilai (biaya) dari makanan tersebut.

Wallaahu a’lam

 

Link : https://islamqa.info/ar/252923