Seseorang Bersafar Selama 10 Hari, Apakah Ia Mendapat Rukhshah Safar?

0
82

Pertanyaan:

Saya bekerja di ladang minyak, saya pergi ke tempat kerja di ladang minyak tersebut 10 hari dalam sebulan. Saya bekerja selama dua atau tiga hari berturut-turut dan saya berpuasa jika saya berada di kota. Akan tetapi, jika saya berada di ladang minyak itu dan perjalanan saya ke ladang minyak itu menggunakan pesawat terbang selama satu jam; apakah saya dikategorikan sebagai seorang musafir sehingga tidak wajib bagi saya untuk berpuasa?

Jawaban:

Jika Anda memiliki rumah yang Anda tempati di ladang itu, maka Anda tidak dianggap sebagai seorang musafir ketika Anda sampai di rumah itu. Bahkan wajib bagi Anda untuk berpuasa di kota anda menetap dan di tempat kerja Anda. Anda dikategorikan sebagai seorang musafir pada saat Anda berada dalam perjalanan menuju pada keduanya, baik pulang ataupun pergi.

Dalam hal ini Anda menjadi seperti seorang yang memiliki dua istri, dimana Anda memiliki istri pada setiap negara. Keadaan seperti ini disebut dengan “Shahibu Iqamatain” (Pemilik 2 tempat mukim). Dalam kondisi seperti ini seseorang tetap menyempurnakan shalatnya dan berpuasa pada dua negeri.

Dia boleh tidak berpuasa jika ia menghendaki dan mengqashar shalat pada perjalanan menuju dua tempat tersebut.

Jika Anda tidak memiliki rumah pada tempat ladang dimana Anda bekerja itu, dan itu hanya sekedar tempat bekerja saja, maka Anda dikategorikan sebagai seorang musafir, sehingga boleh bagi Anda untuk tidak berpuasa pada saat bekerja. Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/37639

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here