Tidak Sah Mengubah Niat dari Tamattu’ Ke Ifrad

0
89

Soal:

Kami pernah berniat mengerjakan haji tamattu’. Lalu perjalanan kami mengalami keterlambatan, sehingga kami mengubah niat ihram kami menjadi haji ifrad, dan kami pun langsung berangkat ke Arafah. Apakah hal itu dibenarkan?

Jawaban:

Seorang yang mengerjakan haji tamattu’ tidak memungkinkan menunaikan umrah sebelum melaksanakan haji, maka ia harus mengubah niatnya dari haji tamattu’ menjadi haji qiran. Sehingga ia berniat menggabungkan haji dan umrah secara bersamaan.

Inilah yang terjadi pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Beliau pernah menunaikan haji tamattu’, lalu beliau haid hingga tidak dapat mengerjakan umrah sebelum menunaikan haji, sehingga beliau pun menggabungkan haji dengan umrahnya dan ia menunaikan haji qiran (Diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim)

Seorang yang mengerjakan haji tamattu’ tidak boleh mengubah niatnya menjadi ifrad, karena jika ia telah berniat mengerjakan umrah, ia wajib menyempurnakannya, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

“Dan sempurnakanlah haji dan umrah itu karena Allah.” (al-Baqarah: 196)

Makna “haji ifrad” adalah bahwa ia tidak akan mengerjakan umrah dan hanya menunaikan haji saja. Atas dasar ini, maka pengubahan niat Anda kepada haji ifrad tidak sah dan dengan begitu Anda menjadi orang yang berhaji qiran, sehingga kalian harus menyiapkan hewan hadyu.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang sejumlah pemuda yang khawatir mereka tidak bisa menunaikan umrah sebelum haji, sehingga mereka mengubah niat mereka menjadi haji ifrad, maka beliau menjawab:

“Jika perubahan niat itu dilakukan sebelum ihram, maka tidak mengapa. Namun jika dilakukan sebelum ihram, maka haji mereka berubah menjadi haji qiran dan bukan haji ifrad. Arti ‘haji qiran’ adalah bahwa mereka memasukkan haji ke dalam umrah hingga keduanya (dikerjakan) berdampingan, karena haji qiran mempunyai 2 bentuk:

Pertama: berihram untuk haji dan umrah secara bersama sejak awal akad ihram.

Kedua: berihram untuk umrah terlebih dahulu, lalu menggabungkan haji dengannya sebelum mulai mengerjakan thawaf (untuk umrah).

Atas dasar ini, selama Anda telah berihram untuk umrah lebih dulu, lalu Anda berpikir untuk mengubahnya menjadi haji, maka (dengan itu) Anda telah berubah menjadi haji qiran. Jika kalian telah menyembelih hewan hadyu di hari Idul Adha pada musim haji tahun itu, maka kalian telah menunaikan apa yang wajib dan haji serta umrah Anda telah sempurna.

Namun jika kalian belum menyembelihnya, maka kalian harus menyembelihnya sekarang di Mekkah, lalu mengonsumsinya dan membagikannya. Dan siapa yang tidak punya hewan hadyu –maksudnya: tidak mampu membeli hewan hadyu-, maka ia harus berpuasa 10 hari dari sekarang.” (Lih. Majmu’ Fatawa Ibn Utsaimin, 22/39)

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/109336

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here