WAJIBKAH WANITA INI MENJUAL PERHIASANNYA AGAR DAPAT BERHAJI?

  • 2 min read
  • Aug 16, 2018
Muslimah

Soal:

Apakah wajib hukumnya menjual emas perhiasan untuk membayar biaya haji untuk saya dan mahram saya di saat tidak ada dana yang tersedia untuk itu?

Jawaban:

Salah satu syarat wajib menunaikan ibadah haji: bahwa seseorang harus mampu secara finansial dan fisik. Salah satu bentuk kemampuan secara finansial adalah jika seseorang memiliki dana yang lebih dari kebutuhan-kebutuhan dasarnya.

Kebutuhan-kebutuhan dasar itu adalah yang mencukupi hajat dasar manusia, seperti makanan, pakaian, kendaraan dan yang semacamnya.

Maka jika seseorang memiliki harta yang lebih dari kebutuhannya dan tidak mempengaruhi (hajatnya) jika ia melepaskan (harta itu), maka ia harus menjualnya agar dapat menunaikan ibadah haji.

Dan di antara kebutuhan dasar seorang wanita adalah perhiasan yang digunakannya untuk berhias. Sehingga jika ia mempunyai perhiasan yang cukup sesuai kebutuhannya tanpa berlebihan, maka ia tidak harus menjualnya agar dapat berhaji. Namun jika perhiasan itu lebih dari dibutuhkannya, maka ia menjual yang berlebih agar dapat menunaikan haji yang fardhu.

Syekh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:

“Apakah seorang wanita wajib menjua perhiasannya agar dapat membayar biaya haji untuknya dan untuk mahramnya?”

Beliau menjawab:

“Tidak wajib, kecuali jika (jumlah perhiasannya) melebihi perhiasan yang umumnya digunakan. Karena ia seperti seorang penuntut ilmu yang memiliki beberapa kitab yang dibutuhkannya dan memiliki buku-buku lain yang berulang atau tidak dibutuhkannya.”

(Lih: http://madrasato-mohammed.com/outaymin/pg_072_0001.htm)

Syekh Hamd bin Abdullah al-Hamd hafizhahullah menjelaskan:

“Jika ia mempunyai harta yang lebih dan tidak dibutuhkan serta tidak mempengaruhi biaya hidupnya dan yang semacamnya –seperti jika ia mempunyai 2 rumah, atau 2 kendaraan, atau jika seorang wanita memiliki perhiasan yang lebih dari kebutuhan dasarnya, dan begitu juga dengan siapa pun yang mempunyai harta yang melebihi kebutuhan-kebutuhan dasarnya, maka ia wajib menjualnya agar dapat menunaikan kewajiban haji.

Dan harta-benda itu meskipun bentuknya fisik, namun ia sama saja dengan uang, karena mempunyai nilai uang, dan pemiliknya dapat mencukupkan diri darinya dan tidak memerlukannya secara mendasar.” (Lih: Syarh Zad al-Mustaqni’ oleh Syekh al-Hamd).

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/191636