YANG BOLEH BERIHRAM DARI MEKKAH: PENDUDUKNYA DAN ORANG YANG MEMULAI NIAT (HAJI ATAU UMRAH) DARI SANA

0
86

Soal:

Jika saya datang dari luar Saudi menuju Jeddah untuk menunaikan umrah, tapi kenapa kami harus berihram dari tempat kami? Kenapa kami tidak boleh berihram dari Mekkah?

Jawaban:

Kami berdoa kepada Allah agar mengaruniakan Anda taufiq untuk menunaikan ibadah haji, sebagaimana kami memohon padaNya agar menerima amal shaleh Anda.

Pertama: Anda tidak harus mengenakan pakaian ihram dari negeri Anda. Anda boleh memilih untuk memakainya dari negeri Anda atau dari miqat. ini terkait dengan pakaian ihram. Adapun niat ihram, maka harus dinyatakan di miqat yang akan lewati atau menjelang tiba di sana. Anda dapat mengetahui hal itu dengan bertanya kepada pramugari pesawat.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menetapkan untuk penduduk setiap negeri miqat dimana mereka berihram saat bermaksud untuk menunaikan haji atau umrah. Maka siapa yang datang dari jalur Madinah, maka ia berihram dari Dzul Hulaifah (yaitu Bir Ali). Siapa yang datang dari jalur Syam, atau Mesir, atau Maroko, maka ia berihram dari Juhfah (atau Rabigh). Dan siapa yang datang dari jalur Yaman, maka ia berihram dari Yalamlam (dikenal juga dengan al-Sa’diyyah). Sementara siapa yang datang dari jalur Nejd atau Thaif, maka ia berihram dari Qarn al-Manazil (atau al-Sail al-Kabir).

Dan siapa yang tinggal di bawah wilayah miqat (maksudnya: antara miqat dan Mekkah-penj), maka ia berihram dari tempatnya berada. Sehingga penduduk Jeddah berihram dari Jeddah, penduduk Mekkah berihram dari Mekkah.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyyallahu ‘anhu, ia berkata:

“Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menetapkan miqat untuk penduduk Madinah di Dzulhulaifah, untuk penduduk Syam di Juhfah, untuk penduduk Nejd di Qarn al-Manazil, dan untuk penduduk Yaman di Yalamlam. (Tempat-tempat) itu untuk para penduduknya dan orang-orang yang datang melaluinya dari selain penduduknya yang ingin menunaikan haji dan umrah. Dan siapa yang (tinggal) di bawah (miqat-miqat) itu, maka (ia berihram) dari mana ia mulai, sampai penduduk Mekkah (berihram) dari Mekkah.” (HR. Al-Bukhari no. 1524, dan Muslim no. 1181)

Al-Khatthaby mengatakan dalam Ma’alim al-Sunan (2/147):

“Makna dari pembatasan miqat-miqat ini adalah bahwa ia tidak boleh dilampaui dan dilewati kecuali menyertakan (niat) ihram. Para ulama telah berijma’ bahwa jika seseorang berihram sebelumnya hingga ia dapat tiba di miqat dalam keadaan berihram, maka itu dibolehkan.”

Kedua:

Tidak diperbolehkan bagi selain penduduk Mekkah berihram dari Mekkah kecuali orang yang memulai niat (untuk berhaji) darinya, karena Syariat telah menetapkan miqat untuk masing-masing penduduk negeri seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya. Tentu ada hikmah yang sempurna tentang itu, meskipun kita belum memahaminya.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/173674

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here